Santri Masuk Desa (SMD)

(11-16/3/2019) Meskipun SMAIT Ihsanul Fikri berlokasi di desa Pabelan, namun kegiatan sehari-hari tidaklah berbaur dengan masyarakat . Sehingga program Santri Masuk Desa (SMD) tetap diperlukan untuk melatih hidup bermasyarakat.

Kegiatan Santri Masuk Desa atau yang biasa disebut SMD tahun 2019 ini dilaksanakan di Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan. Tempat SMD yang diikuti oleh kelas 10 dan 11 ini dibagi menjadi 4 dusun Wonolelo. Wonodadi, Windusajan, dan Panggungan.

Pemberangkatan santri dari Ihsanul Fikri pada pukul 11.00 WIB setelah selesai persiapan bekal untuk tinggal di desa Wonolelo. Dalam kegiatan SMD, santri dituntut untuk membaur dengan masyarakat dan kegiatannya. Pada hari pertama, pembukaan SMD oleh kepala desa di Balai Desa Wonolelo bersama para santri yang bertugas di Wonolelo dan Wonodadi. Bakda pembukaan, santri dipersilakan untuk bersih diri dan menata barang di balai desa untuk selanjutnya perkenalan dengan rumah induk semang (inang) masing-masing.

Kegiatan selanjutnya pada hari kedua hingga kelima, para santri membantu kegiatan para induk semang. Ada yang membantu berladang, panen hasil ladang, berdagang di pasar, mengajar di TPA, berternak, mencari rumput untuk ternak (ngarit), bersih-bersih rumah, dan lainnya. Semua melakukannya dengan senang dan gembira. “Nambah pengalaman, bisa ngerasain hidup di desa yang masih adem.” tutur salah seorang santri yang bertugas di Windusajan.

Membantu panen cabai

Pada waktu senggang, beberapa santri mengunjungi salah satu objek wisata yang terdapat di Dusun Wonolelo yaitu Air Terjun Kedung Kayang. Hari terakhir, semua melakukan kerja bakti di lingkungan, aksi sosial, dan perpisahan juga pemberian kenang-kenangan pada induk semang masing-masing.

Mengunjungi Air Terjun Kedung Kayang

Diharapkan semua santri dapat menerapkan segala hikmah yang didapatkan selama kegiatan SMD ini.

(Zah/Shua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *