Audiensi dengan BRIN, SMAIT Ihsanul Fikri Perkuat Langkah Menuju Research Based School

JAKARTA – SMAIT Ihsanul Fikri melaksanakan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis riset (research based school).

Audiensi tersebut diterima langsung Citra Arisiswanti, S.Kom., M.Si., selaku Ketua Tim Pelaksanaan Manajemen Talenta Riset dan Inovasi I, Direktorat Manajemen Talenta, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM Iptek) BRIN, bersama jajaran tim di kantor BRIN, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

 

Delegasi SMAIT Ihsanul Fikri dipimpin Dra. Nur Cahyo Hidayati selaku Kepala Sekolah, didampingi Surati, S.Pd., Gr. selaku PJ dan Pembina Program Riset, serta Ustaz Haekal Syahri Aufa Shidiq, Lc., S.Pd. selaku Pemimpin Redaksi Jurnal El Fikri.

Dalam sambutannya, Dra. Nur Cahyo Hidayati menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah strategis sekolah dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan literasi ilmiah peserta didik.

Menurutnya, SMAIT Ihsanul Fikri berkomitmen menjadikan riset sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran guna membentuk generasi muda yang kritis, inovatif, dan berdaya saing global.

 

“Melalui audiensi ini, kami berharap dapat terus menguatkan komitmen SMAIT Ihsanul Fikri sebagai sekolah berbasis riset.” 

 

“Sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan BRIN dalam menumbuhkan budaya ilmiah dan melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Surati, S.Pd., Gr. memaparkan berbagai capaian dan hasil riset siswa-siswi SMAIT Ihsanul Fikri.

Di antaranya inovasi Es GO-SEND, PASSIORA serta Board Game Hero, sebuah media pembelajaran sejarah berbasis permainan yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih interaktif dan anti hafalan.

Kemudian berbagai karya inovatif lainnya yang menunjukkan kuatnya budaya riset di lingkungan SMAIT Ihsanul Fikri.

Selanjutnya, Ustaz Haekal Syahri Aufa Shidiq, Lc., S.Pd. memimpin diskusi terkait peluang kolaborasi antara SMAIT Ihsanul Fikri dan BRIN.

Khususnya dalam penguatan ekosistem sekolah berbasis riset, pengembangan publikasi ilmiah, serta penguatan budaya ilmiah di lingkungan sekolah.

 

Menariknya, dua siswa SMAIT Ihsanul Fikri, Aisya Putri Setyanto dan Annisa Nibras Dzahiyya, turut mempresentasikan hasil penelitiannya tentang PULVIA menggunakan bahasa Inggris di hadapan tim BRIN.

Presentasi ini menunjukkan kemampuan siswa tidak hanya dalam bidang penelitian dan inovasi, tetapi juga dalam komunikasi ilmiah di tingkat internasional.

 

Di sisi lain, Citra Arisiswanti menyampaikan apresiasinya atas inisiatif SMAIT Ihsanul Fikri dalam mengembangkan sekolah berbasis riset.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya penting dalam menumbuhkan budaya ilmiah sejak dini serta mempersiapkan generasi muda yang memiliki kreativitas, daya saing, dan semangat inovasi untuk masa depan Indonesia.

“BRIN menyambut baik komitmen SMAIT Ihsanul Fikri dalam membangun budaya riset sejak jenjang sekolah menengah.”

“Kami melihat ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya. 

 

 

Audiensi ini diharapkan menjadi awal sinergi dan kolaborasi yang baik antara SMAIT Ihsanul Fikri dan BRIN. 

Termasuk mendukung penguatan ekosistem riset di lingkungan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

==================

Sumber; suaramerdeka.com