PENGUKUHAN GURU QURAN : Sebanyak 315 santri dan santriwati dari Arktik Generation SMAIT Ihsanul Fikri dikukuhkan sebagai guru Quran. Mereka diharapkan mampu mengajarkan Alquran dengan standarisasi.
RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Sebanyak 315 santri dan santriwati dari Arktik Generation dikukuhkan sebagai guru Quran metode Ummi, Sabtu (22/2/2025).
Kegiatan berlangsung pukul 19.45 setelah salat Isya di GOR H. Asy’ari SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid.
Kegiatan diikuti para santri dan santriwati kelas XII Arktik Generation bersama para wali santri.
Acara selesai pada pukul 22.30. Harapannya setelah dikukuhkan, siswa/i SMAIT Ihsanul Fikri mampu mengajarkan Alquran dengan standarisasi metode ummi dengan baik.
“Semoga, setelah ini, anak-anak bersemangat untuk menyebarkan dan mengajarkan Alquran di manapun mereka berada setelah mereka tersertifikasi,”ungkap Koordinator Tahfidz SMAIT Ihsanul Fikri Masyhuda.
Acara diawali dengan pertemuan pertama Sertifikasi Guru Quran Metode Ummi pada Kamis 13 Februari 2025 di tiga ruangan.
Kegiatan ini diikuti kelas XII Arktik gen selama 3 hari yakni 13 sampai 15 Februari 2025.
Pada pertemuan perdana, anak-anak dikenalkan dengan metode pengajaran Quran metode ummi dan cara pengajaran jilid 1 dan jilid 2 menggunakan metode ummi.
Pada hari kedua, para siswa diberikan materi tentang pentingnya menjadi guru Alquran serta pengajaran jilid 3 sampai 5 memakai metode ummi.
Pada hari ketiga, para siswa mempelajari metodologi tadarus, metodologi ghorib dan metodologi tajwid.
Para siswa juga mempelajari administrasi pembelajaran, bagaimana menentukan jumlah jam pelajaran dan lainnya. Mereka juga melakukan praktik mengajar (microteaching).
Selanjutnya, pada 22 Maret 2025, bersamaan dengan Akhirussanah Artik Generation, akan lahir hafidz hafidzah baru dari Artik Generation.
Sejumlah 8 anak telah melalui berbagai tahapan untuk bisa dinobatkan sebagai wisudawan dan wisudawati tahfidz SMAIT Ihsanul Fikri.
Persyaratan untuk berhak mengikuti wisuda tahfidz di antaranya selesai menyelesaikan setoran hafalan 30 juz Alquran dan lulus tasmi’ 5 juz sekali duduk.
Selain itu, untuk standarisasi menjadi lebih ketat karena tidak hanya dinilai dari hafalan tapi juga bacaan yang terstandar metode ummi.
Maka, jumlah siswa yang berhasil tidak sebanyak angkatan-angkatan terdahulu karena prosesnya yang semakin ketat.
Ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas dari para lulusan hafidz/ah SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid bacaannya, terstandarisasi.
“Termasuk, untuk menuju ke Mutqin yang lebih baik, kami lakukan dengan tasmi’ 5 juz sekali duduk,” tutur Kepala SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid, dra Nur Cahyo Hidayati. (*)Editor : Tasropi
Angkatan ke-14 SMAIT Ihsanul Fikri Abhipraya Kartika (Arktik) Generation sukses memberikan berbagai kontribusi selama 3 tahun menempuh pendidikan di Ihsanul Fikri.
RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Angkatan ke-14 SMAIT Ihsanul Fikri Abhipraya Kartika (Arktik) Generation sukses memberikan berbagai kontribusi selama 3 tahun menempuh pendidikan di Ihsanul Fikri.
Puncaknya adalah lulusnya 8 hafidz/ah, dikukuhkannya 315 guru Alquran.
Juga lolosnya 58 orang Arktik Generation yang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi atau seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) di berbagai universitas negeri ternama.
Capaian terkini adalah pengumuman SNBP.
Siswa kelas 12 SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid menyaksikan secara bersama-sama pengumuman SNBP sebagai bagian dari seleksi perguruan tinggi negeri pada Rabu (18/3/2025).
Bahagia dan sedih meliputi proses pengumuman hasil SNBP tersebut. Bahagia bagi siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan sedih bagi siswa yang gagal.
Sehingga terpaksa harus melanjutkan perjuangan melalui jalur tes.
Angkatan ke-14 SMAIT Ihsanul Fikri tersebut berhasil lolos melalui jalur prestasi sebanyak 58 orang, bertambah 4 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Arktik generation merupakan angkatan ke-14 dari SMAIT Ihsanul Fikri yang bermula sejak tahun 2022.
Nama Arktik merupakan singkatan dari “Abhipraya Kartika” yang berarti bintang yang membawa secercah harapan.
Seperti namanya, angkatan tersebut diharapkan dapat memberikan harapan dan penuntun bagi angkatan-angkatan setelahnya. Hal tersebut bukan sekadar nama belaka.
Angkatan ke-14 terbukti telah memberikan berbagai kontribusi selama 3 tahun menempuh pendidikan di SMAIT Ihsanul Fikri.
Kontribusi yang telah diberikan oleh Arktik generation memberikan kenangan tersendiri selama menempuh 3 tahun pendidikan Ihsanul Fikri.
Kontribusi yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi sekolah maupun adik kelas saja, tetapi juga bagi angkatan ke-14 tersebut.
Kegiatan yang selama ini dilakukan, secara tidak langsung membentuk karakter pribadi yang peka dan peduli terhadap masyarakat sekitar.
Ketika telah meninggalkan sekolah nanti, Artik Generation dapat memberikan manfaat baik bagi lingkungan dan masyarakat. Sukses selalu Abhipraya Kartika, Bintang Harapan Taklukkan Semesta. (*)Editor : Tasropi
Malang, 13 Januari 2025 – SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang melakukan kunjungan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) untuk memperkenalkan suasana perguruan tinggi sekaligus memberikan motivasi belajar kepada siswa-siswi mereka. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pendidikan yang bertujuan memberi gambaran langsung kepada para siswa tentang dunia kampus dan meningkatkan semangat mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Rombongan dari SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kehumasan, Bapak Ahmad Fuad, S.Pd., G.r. Kedatangan mereka disambut dengan penuh kehangatan oleh sivitas akademika FMIPA UM, termasuk Wakil Dekan III FMIPA UM, Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Fuad menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak FMIPA UM yang telah menyambut mereka meskipun pada hari libur mahasiswa. Ia juga menjelaskan tujuan kunjungan tersebut, yaitu untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dunia perguruan tinggi kepada para siswa, serta memperkenalkan kampus-kampus terbaik di Malang, salah satunya FMIPA UM.
“Kami berharap dengan adanya kunjungan ini, para siswa dapat terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan kami berharap silaturahmi ini dapat berlanjut, termasuk melalui para siswa yang dapat melanjutkan studi di UM di masa depan,” ujar Bapak Ahmad Fuad.
Prof. Sentot Kusairi, yang mewakili pihak FMIPA UM, juga menyampaikan sambutannya dengan penuh semangat. Ia merasa terhormat dan senang dapat bertemu langsung dengan para siswa yang memiliki potensi besar. “Saya ucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh rombongan dari SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang. Kami merasa sangat tersanjung karena hari ini dapat bertemu dengan calon-calon ilmuwan dan profesor muda yang luar biasa. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kalian untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan bergabung bersama kami di FMIPA UM,” ungkap Prof. Sentot.
Pada kesempatan tersebut, terjadi interaksi menarik antara para siswa dan pihak FMIPA UM. Salah satu siswa, Zidan, mengajukan pertanyaan yang menyentuh topik mengenai kedisiplinan. Zidan mempertanyakan apakah Indonesia masih memiliki peluang untuk mengubah kebiasaan masyarakat, seperti perilaku membuang sampah sembarangan, yang sering dijumpai di beberapa daerah, meskipun budaya kedisiplinan sudah diterapkan sejak dini di Jepang. Prof. Sentot menjawab dengan penuh keyakinan bahwa perubahan tersebut pasti bisa dilakukan, asalkan ada pemimpin yang siap memulai perubahan tersebut. “Mungkin salah satu di antara kalian yang sedang belajar di sini akan menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan besar bagi bangsa ini di masa depan,” jawab Prof. Sentot.
Kunjungan tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai kenang-kenangan dari SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang kepada FMIPA UM. Selain itu, sesi foto bersama juga dilakukan untuk mengabadikan momen penting dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai kehidupan di perguruan tinggi, serta menjadi lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di FMIPA UM. Kunjungan ini juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang dengan FMIPA UM, sekaligus memberikan semangat baru bagi para siswa untuk mengejar cita-cita mereka.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai tujuan utama mereka, sekaligus membawa perubahan positif bagi masa depan bangsa Indonesia.
RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Sebanyak 317 siswa-siswi SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid mengikuti sertifikasi guru Quran metode Ummi (8-10/2024).
Kegiatan ini untuk menyiapkan calon lulusan SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid agar memiliki sertifikat yang bisa digunakan untuk mengajarkan Alquran dengan metode Ummi yang merupakan salah satu metode mengaji yang ada di Indonesia.
Dalam kegiatan ini peserta dibekali materi metodologi Ummi jilid 1 sampai 6.
Kemudian, visi misi dan manajemen mutu Ummi, metodologi Ummi tadarus, ghorib, tajwid dasar, administrasi pembelajaran Ummi. Hingga praktik mengajar atau microteaching.
Semua bertujuan agar peserta paham bagaimana cara mengajar Alquran dengan menggunakan metode Ummi secara baik dan benar.
“Kita berikan lengkap, dari metode membaca, Tajwid, Ghorib, administrasi, sampai microteaching agar anak bisa aplikasikan pengajaran Ummi dengan baik,” kata Masyhuda, trainer sekaligus ketua panitia acara.
Menurut Kepala SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Nur Cahyo Hidayati agenda ini juga pendukung terwujudnya salah satu visi SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid.
Yaitu Qur’ani, dimana anak-anak setelah lulus harapannya terbekali ilmu untuk mengajarkan lebih-lebih mengamalkan Alquran.
“Visi sekolah kami adalah Prestatif, Kontributif, Qur’ani, dan berbudaya lingkungan. Program sertifikasi guru ngaji metode Ummi ini salah satu bagian untuk mewujudkan visi Qur’ani kami. Anak ndak hanya bisa ngaji, tapi juga bisa ngajar setelah lulus nanti, itu salah satu target kami,” ujarnya.
Salah satu peserta, Rusyda, mengaku senang dan antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. (rls/lis)Editor : Lis Retno Wibowo
RADARMAGELANG.ID, Mungkid – SMA IT Ihsanul Fikri (SMAIT) Mungkid, mengadakan Festivalif “Swavarna” 2024. Acara berupa rangkaian kegiatan yang berlangsung 10 hari. Dimulai Kamis (19/9/2024 hingga Minggu (29/9/2024).
Festivalif “Swavarna” dibuka pada Kamis (19/9/2024) dengan apel pagi dan peresmian acara oleh Kepala SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid, Dra. Nur Cahyo Hidayati di lapangan basket Putra.
Pada kesempatan tersebut digelar Festivalif Care yaitu donor darah, bakti sosial, serta santri peduli.
Donor darah diikuti siswa kelas 11, 12, serta guru karyawan SMAIT Ihsanul Fikri. Lalu kerja bakti di Desa Pabelan 1 dan 2 yang dilaksanakan mulai pagi hingga sore.
Yakni membersihkan masjid, saluran air, dan sepanjang jalan Desa Pabelan 1 dan 2. Sore hari diadakan pembagian 20 paket sembako senilai Rp 2 juta kepada masyarakat Desa Pabelan yang kurang mampu.
Selain itu ada santri peduli di Dusun Banyumari, Desa Gentang, Kecamatan Sawangan.
Kegiatannya, mengajar mengaji di TPQ Baitul Makmur, serta pembagian santunan kepada anak yatim-piatu dan mualaf senilai Rp 2,5 juta.
Festivalif Competition
Kegiatan lain adalah perlombaan pelajar nasional yang diadakan Kamis (19/9/2024) hingga Sabtu (28/9/2024) untuk pelajar SMP, SMA dan masyarakat umum.
Festivalif Competition terdiri dari 9 cabang perlombaan yang dibagi menjadi 2 jenis lomba.
Yaitu perlombaan online dan offline. Diikuti oleh 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam perlombaan online terdapat 4 cabang perlombaan berupa lomba poster digital, esai fotografi, speech dan baca puisi yang diselenggarakan mulai Kamis (19/9/2024) hingga Minggu (22/9/2024).
Untuk perlombaan offline terdapat 5 cabang perlombaan berupa MHQ, olimpiade, futsal, panahan dan wikana.
Tak hanya itu, pada Sabtu (28/9/2024) diadakan seminar literasi yang dihadiri peserta lomba MHQ, olimpiade, serta siswa kelas 12 SMAIT Ihsanul Fikri.
Seminar literasi kali menghadirkan Cahyadi Takariawan, seorang penulis best seller dari Jogjakarta sekaligus founder dari Wonderful Family Institute yang dimoderatori oleh Mirza Nadhif.
Cahyadi menyampaikan pentingnya membaca dan menulis bagi pemuda sebagai bentuk ekspresi diri dan untuk mengasah keterampilan dasar abad ke-21.
Menurut cahyadi, kegiatan menulis selama 8 menit setiap hari dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.
Sedangkan seminar nasional digelar Minggu (29/9/2024) yang dihadiri seluruh siswa SMP dan SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid di GOR H. Asyarie.
Dua pemateri yang mengisi acara adalah mantan ketua BEM Universitas Gajah Mada, drg Atiatul Muqtadir dan mantan ketua KAMMI, Zaky Ramadhan Rivai.
Acara dipandu moderator Alvarino Royhan pada sesi pertama dan Bahy Baihaqi untuk sesi kedua.
Drg Atiatul menyampaikan pentingnya kontribusi pemuda untuk membawa perubahan dan dampak baik bagi masyarakat sekitar.
Sedangkan Zaky menyampaikan kesuksesan yang diraih oleh pemuda berasal dari kegigihan serta jerih payahnya dalam menggapai impian.
Zaky berpesan kepada peserta untuk terus berjuang dan tidak patah semangat dalam meraih kesuksesan.
Konser Amal untuk Palestina
Konser amal di GOR H. Asy’arie menutup rangkaian kegiatan Festivalif Swavarna. Konser ini merupakan bentuk dukungan kepada warga Palestina.
Ustad Muhtadi Kadi selaku perwakilan yayasan menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung 10 hari itu.
Konser dimeriahkan dengan penampilan D’NADA dari Arktik Generation yang membawakan 2 lagu “Saksi Perjuangan” dan “Semesta Berwarna”.
Sebagai bintang tamu tampil band Shoutul Harokah. Membawakan lagu “Palestina Tercinta”, “Hadapilah” dan “Saga Merah”.
Dalam penggalangan dana tersebut terkumpul Rp 15 juta disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZIS) Jawa Tengah.
Festivalif “Swavarna” menjadi wadah bagi pemuda untuk meningkatkan kompetensi minat bakat serta menggali potensi melalui ajang kompetisi yang sehat.
Juga meningkatkan kontribusi pemuda pada masyarakat melalui kegiatan sosial. Hal itu sesuai dengan tema kegiatan kali ini, “Ignite Stellar Dreams, Refine Noblesse Faith.” (rls/lis)Editor : Lis Retno Wibowo
RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Budaya qiyamul lail merupakan budaya yang tidak asing kita dapati di Pondok Pesantren pada umumnya.
Namun Ponpes Ihsanul Fikri Mungkid atau Ihsanul Fikri Boarding School Mungkid yang meliputi SMPIT-SMAIT-SMKIT dan STIT Ihsanul FIkri Mungkid meramu kegiatan Qiyamul Lail ini dengan cara berbeda.
“Kami meluncurkan program Menyala di Sepertiga Malam Terakhir sebagai salah satu ujung tombak pendidikan karakter siswa,” kata Ustadz Umar Fadhlulloh Lc dari bidang Pembinaan Yayasan Tarbiyatul Mukin yang menaungi Ihsanul Fikri Boarding School Mungkid.
Dijelaskan, dalam program tersebut, salat malam yang biasanya dipusatkan di masjid, kini dipecah di beberapa tempat sesuai jenjang kelas masing-masing.
Antara lain di galaman asrama kelas 7, halaman asrama kelas 10, lobi asrama kelas 8, masjid Mujahidat 1, masjid Mujahidat 2, dan masjid Mujahidin.
Program pemisahan ini dimulai sejak 24 Mei 2024 dini hari lalu.
Sejak itu anak-anak salat malam tidak jadi satu tempat.
Menurut Ustadz Umar, dengan pemecahan ini memudahkan dalam memobilisasi anak dan pengawasan lebih intensif, serta kesempatan untuk memunculkan bakat kepemimpinan anak dengan diberikan amanah menjadi imam salat malam.
“Dengan kita pisahkan sesuai jenjang ini, kita lebih mudah memantau, dan memastikan anak untuk salat malam bersama di sepertiga malam terakhir setiap harinya. Anak juga diberikan kesempatan untuk menjadi imam, jadi tidak terfokus pada ustadz-ustadznya saja,” tutur Ustadz Umar.
Dikatakan, dengan budaya rutin salat malam ini, akan melembutkan hati anak-anak untuk menerima pelajaran, nasehat, dan hal baik lain yang bisa membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang Islami, juga mendorong prestasi anak.
“Jika anak rutin bangun untuk salat malam serta mendengarkan ayat suci Alquran, saya yakin dan optimis hati mereka akan menjadi lembut, sehingga mampu mengambil nilai pelajaran dan nasehat yang para guru serta musyrif berikan. Itu merupakan waktu yang mustajab. Anak bisa berdoa untuk orang tua mereka, masa depan mereka, dan prestasi mereka,” paparnya.
Ke depan, program ini akan melibatkan seluruh komponen, termasuk wali murid/santri yang akan dipersilakan mengikuti salat malam sesuai waktu yang akan dijadwalkan untuk mereka.
“Alhamdulillah seluruh komponen lembaga terlibat, Pembina, Pengurus Yayasan, Guru, hingga karyawan. Selanjutnya Insya’Allah akan kami jadwalkan untuk wali santri/murid untuk bisa hadir ikut kegiatan ini,” katanya.
Salah satu santri M Rafly Andika mengaku, program ini membuat manajemen waktunya lebih baik.
Karena bisa memulai kegiatan setiap harinya lebih awal, serta bisa menggunakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
“Alhamdulillah, senang. Saya jadi bisa memulai sesuatu lebih gasik. Bisa berdoa juga untuk masa depan. Semoga bisa diterima di kampus favorit syukur dengan beasiswa dan lewat SNBP kayak kakak-kakak saya kemarin,“ ujar santri asal Kalimantan ini.
Seperti diketahui, pada tahun ini sebanyak 54 siswa SMAIT Ihsanul Fikri diterima di berbagai PTN favorit melalui jalur SNBP, serta 4 siswa diterima melalui SPAN PTKIN. (*/aro)
PURWOREJO, purworejo24.com – Produk dengan nama Umat hasil karya tim dari SMA IT Ihsanul Fikri, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, berhasil menjadi juara 1 dalam ajang lomba video Bisnis Model Canvas (BMC) tingkat Jawa Tengah – DIY tahun 2023, yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo, pada Selasa (7/11/2023).
Tim dari SMA IT Ihsanul Fikri itu berhasil menyisihkan peserta dari 9 tim SMA/SMK lain dalam babak penilaian 10 besar yang dilaksanakan di ruang seminar kampus timur Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Atas kemenangan itu, tim dari SMA IT Ihsanul Fikri berhak memboyong tropy kejuaraan, piagam dan uang pembinaan lomba Video BMC tingkat Jateng- DIY.
Dalam babak penilaian 10 besar, peserta lomba yang telah diundi secara berurutan melaksanakan presentasi dan paparan dari produk yang dibuat. Mereka memaparkan presentasi itu melalui video BMC yang telah mereka buat. Peserta juga menunjukkan secara langsung hasil produk dibuat, baik berupa makanan, kerajinan ataupun produk olahan yang dikemas secara kreatif dan menarik kepada dewan Juri.
Adapun hasil kejuaraan lain dari babak penilaian 10 besar itu dihasilkan juara 2 diraih oleh tim dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid dengan nama produk Pure Serenity Cendle, juara 3 diraih oleh tim dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid dengan nama produk Dharma Taru, juara harapan 1 diraih oleh tim dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid dengan nama produk Nammora, dan juara harapan 2 diraih oleh tim dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid dengan nama produk Ampyang Granola.
Sedangkan tim lain yang berhasil masuk 10 besar yakni produk Kojilak dari SMA MBS Zam- Zam, produk Pacar Gemoy dari SMA Negeri 1 Prembun, produk Kanilo dari SMA Negeri 1 Ngluwar, produk Mie Lambe Turah Pedas dari SMA Muhammadiyah Borobudur dan produk Mother Garden dari SMA MBS Zam- zam.
Ketua panitia kegiatan, Fatchan Maulana, mengatakan, BMC adalah singkatan dari Business Model Canvas yang merupakan suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. BMC juga bisa menjadi salah satu alat strategi yang membantu untuk melihat lebih akurat model bisnis yang dijalani, mencangkup analisis strategi perusahaan secara internal maupun eksternal perusahaan, guna meningkatkan fokus dan kejelasan tentang apa yang ingin dicapai oleh bisnis seorang pengusaha. Selain itu, BMC bisa jadi salah satu media untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari model bisnis, mencari ide-ide baru, serta mengembangkan bisnis untuk jangka waktu yang panjang.
“Lomba video BMC ini kita laksanakan untuk siswa SMA/ SMK tingkat Jateng – DIY, dengan mengambil tema Menciptakan Entrepreneur Muda yang Kreatif, Inovatif, Kompetitif dalam mengembangkan potensi peluang usaha di Era Digital. Karena dimasa sekarang ini banyak sekali perkembangan usaha melalui digital untuk wirausaha- wirausahanya,” kata Fatchan Maulana, saat ditemui disela kegiatan lomba.
Disebutkan, ada 36 tim yang menjadi peserta dalam perlombaan itu, mereka merupakan tim dari berbagai SMA/ SMK di Jawa Tengah dan DIY. Dari 36 peserta yang mendaftar, dilakukan seleksi penilaian secara online oleh panitia hingga terpilih menjadi 20 besar, kemudian dari 20 besar itu diserahkan kepada dewan Juri yang juga dinilai secara online hingga terpilih menjadi 10 besar. Dari 10 besar itulah, mereka diundang dalam satu forum dan dilakukan penilaian secara offline untuk menentukan juara.
“Lomba ini dilaksanakan dalam rangka Milad UMPurworejo yang ke -59 dan merupakan hasil kerjasama kami, yaitu program dari UKM Saint dan Teknologi bersama pihak kampus UMPurworejo,” jelasnya.
Fatchan berharap kedepan dengan adanya lomba video BMC itu, yang mendapat juara maupun yang tidak mendapat juara bisa mengambil pelajaran atau hikmah dari perlombaan itu sebagai motivasi untuk mengembangkan usaha yang di buatnya.
“Jangan hanya cuma ikut- ikutan karena lombanya saja,” harapnya.
Panitia Milad Sie Pekan Ilmiah dan Baksos, yang juga sebagai penanggungjawab Lomba Video BMC, Diah Panuntun Utami dari Unit Incubator Bisnis UMPurworejo, menambahkan, kegiatan lomba Video BMC merupakan rangkaian kegiatan terakhir seksi Pekan Ilmiyah dan Bakti Sosial dalam rangka Milad UMPurworejo ke- 59.
“Kegiatan lomba Viideo BMC ini hasil kerjasama atau bersinergi dengan UKM Saint dan Tekbologi UMPurworejo, karena memang personil kami terbatas, dan SainTek ada program yang hampir sama, nah ini kemudian kita bisa bekerjasama. Alhamdulillah kegiatan pada hari ini bisa berjalan dengan lancar, peserta juga banyak, ada 36 peserta yang mengikuti dan alhamdulillah sudah masuk ke babak final, ada 10 video terbaik yang yang masuk babak final ini,” tambahnya.
Dirinya berharap dengan adanya kegiatan lomba video BMC untuk anak- anak SMA/SMK tingkat Jateng- DIY itu bisa menambah keilmuan bagi para peserta, memotivasi mereka untuk merintis usaha, merintis bisnis agar saat mereka nanti memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi (mahasiswa) atau mereka hendak melanjutkan bisnis, mereka sudah memiliki usaha dari awal.
“Kemudian kegiatan ini juga sebagai salah satu cara dari UMPurworejo, untuk melakukan promosi kami ke SMA /SMK. Mudah- mudahan adek – adek yang hadir di kampus tercinta kami ini mereka bisa mendapatkan gambaran tentang Universitas Muhammadiyah Purworejo, dan nantinya berkenan untuk melanjutkan pendidikan di UMPurworejo,” harapnya.
Disebutkan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan oleh seksi Pekan Ilmiyah dan Bakti Sosial dalam rangka Milad UMPurworejo ke- 59. Kegiatan itu diantaranya penyerahan Sertifikasi Halal untuk UMKM Kabupaten Purworejo, kegiatan Festival Band se- kedu, Festival kuliner UMKM Kabupaten Purworejo, kegiatan Sunatan massal, kegiatan Bakti Sosial untuk warga sekitar kampus dan terakhir adalah lomba Video BMC.
Sementara itu, Rektor UMPurworejo, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd, menyambut baik kegiatan lomba Video BMC itu. Menurutnya, kegiatan itu juga sebagai salah satu bentuk promosi UMPurworejo, untuk mengenalkan ke masyarakat tentang UMPurworejo dan juga dalam rangka Milad UMPurworejo yang ke -59.
“Dan insyaallah nanti temen- temen juga mendampingi kegiatan lomba ini supaya bisa tumbuh usahanya. Ini adalah salah satu inisiasi usaha temen- temen disekolah, harapan kami ini bisa tumbuh dilingkungan sekolah, menginisiatif mereka untuk mengembangkan usahanya, walaupun masih dalam bentuk video kita harapkan kedepan mungkin bisa dalam bentuk kongkritnya, bener- bener usaha secara riil. Dan nanti bisa dikembangkan oleh mereka di tingkat perguruan tinggi,” harapnya.
Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Sifa Askia, yang berhasil meraih juara 2 dalam lomba Video BMC itu, mengaku senang dan bangga jika timnya berhasil meraih juara.
“Jujur awalnya tidak berharap apa- apa apalagi saat disebutkan sampai juara tiga itu aduh kaya tidak ada harapan, tapi alhamdulillah malah disebut menang sebagai juara dua, dan rasanya itu antara syok dan bangga juga dengan diri kita sendiri, karena mampu sampai ketahap itu,” katanya.
Sifa yang masih duduk di kelas 11 mengaku, mengikuti perlombaan itu dari hasil penunjukkan dari guru atau mentor di sekolahnya. Dirinya ikut lomba bersama 4 tim lain yang berasal dari sekolah yang sama.
“Harapanya setelah menang ini dapat memotivasi diri kami lagi untuk terus mengembangkan usaha kami. Jadi agar produk kami bisa makin berkembang bisa makin bervariatif, dan sesuai masukan juri juga dapat berkembang lagi. Lomba ini memang dari awal sudah menarik bagi kami apalagi kan bidangnya kewirausahaan dan bikin BMC itu sesuatu yang baru apalagi pas presentasi ada rasa deg- degan sedikit tapi itu sangat menyenangkan dan kegiatan- kegiatan selingan perlombaan itu juga sangat menyenangkan apalagi didampingi oleh kakak- kakak dari UMPurworejo,” pungkasnya. (P24/Wid)
Kelas Inspirasi dan Buka Bersama Walikota Magelang
Kamis, 9 Februari 2023. Sejumlah 326 siswa SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid kelas 12 mengikuti kegiatan kelas inspirasi dan buka bersama Wali Kota Magelang pada jumat, 3 Februari 2023 dan Kamis 9 Februari 2023. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali kota Magelang pada sore hari dan bertujuan untuk memberikan wawasan dan inspirasi terhadap para siswa terkait kehidupan setelah lulus sekolah nanti. Terlebih walikota Magelang yaitu dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD-KGH, merupakan seorang dokter spesialis yang berhasil menjadi walikota magelang.
“Kegiatan Kelas inspirasi ini melibatkan pihak luar yang kami anggap memiliki kapasitas untuk bisa menjadi inpirator bagi anak-anak. Dan alhamdulillah, pada kesempatan ini, kami bisa Bapak Walikota bisa meluangkan waktunya untuk para siswa belajar dan mendapatkan inspirasi dari beliau. Alhamdulillaahnya lagi bisa dirangkai dengan Buka Puasa Bersama, Kebetulan anak-anak menjalani program puasa Daud,” kata Nur Cahyo Hidayati selaku Kepala Sekolah SMAIT Ihsanul Fikri.
Dokter Aziz menyampaikan motivasinya agar anak – anak senantiasa pantang menyerah dan tidak putus asa dalam proses meraih cita – cita mereka. “Kalian tidak boleh menyerah. Saya juga pernah mengalami kegagalan saat mendirikan klinik. Dan saya belajar dari hal tersebut, serta saya tidak menyerah. Alhamdulillaah kini saya ada 4 rumah sakit. Ini karena saya selalu pantang menyerah dan selalu mencoba menjadi inspirator dimanapun saya berada, ” tutur Dokter Aziz dengan semangat saat menyampaikan materi ke anak-anak.
Para siswa pun mengikuti agenda dengan antusias, salah satunya ditandai dengan banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sehingga sesi tanya jawab berlangsung dengan seru. Agenda dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan jamuan dari Bapak Walikota Dokter Aziz. Siswa meninggalkan lokasi setelah sholat isya untuk kembali ke asrama masing-masing. ()
Mungkid. 29 Januari 2023, Keasramaan Putri SMAIT IF mengadakan Jalan Sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 325 santri putri kelas X dan XI. Rute yang ditempuh melewati Ihsanul Fikri kemudian ke Palbapang via Jalan Desa Pabelan, kembali lewat Santan. Agenda ini bertujuan untuk menambah kebugaran santri pasca rutinitas sehari-hari. ()
Pemberian Penghargaan untuk Siswa Peringkat Pararel
Mungkid, SMAIT IF. Pada Senin, 23 dan Rabu, 25 Januari 2023, SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid melaksanakan pemberian reward untuk siswa/siswi peraih rangking paralel TA 2022/2023 semester Gasal. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan putri untuk putri setelah upacara bendera senin kemarin dan lapangan antara DM DH untuk putra setelah apel pada rabu ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengapresiasi presatasi akademik siswa agar menambah motivasi belajar siswa bagi peraih maupun secara umum.
Berikut adalah Daftar Rangking Pararel Semester Gasal TA 2022/2023