SETELAH KE CHINA, KINI KE JEPANG

image

(Foto: Fu) Hirzi memulai sharing pengalaman dihadapan jamaah sholat jumat.

Setelah ke China, kini ke Jepang

SMAIT IFBS. MUNGKID. Tepat seusai sholat Jum’at berjama’ah di Masjid Mujahidin Ihsanul Fikri Pabelan pada 26 Maret 2016, salah satu alumni SMAIT IF dari generasi ke-3 berkesempatan untuk memberikan motivasi dan sharing pengalaman kepada para siswa SMAIT dan SMPIT Ihsanul Fikri.

image

(Foto: Fu) Hirzi memberikan semangat kepada siswa SMP dan SMAIT IF

Dia adalah Ahmad Hirzi FT alumni yang saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di UNS Surakarta. Kedatangannya adalah dalam rangka meminta restu kepada para ustadz dan ustadzah Ihsanul Fikri agar diberi kelancaran dalam presentasi karya ilmiahnya di Jepang. Pada sore hari itu juga dia bersama teman-temannya akan bertolak ke Jepang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Stigma on Schizophrenics in “Griya PMI Peduli”, Surakarta, Indonesia.”

Dalam bebagi pengalaman dan motivasinya, dia menyampaikan bahwa modal utama untuk meraih keberhasilan adalah Greget. Kemudian merubah Greget menjadi tenaga dalam usaha meraih sukses. Dia juga menanyakan kepada adik-adiknya, mau jadi apa mereka diantara 7 milliar orang di dunia ini, apakah debu, pasir, kerikil, atau apa? Hal itulah yang memotivasinya untuk terus berprestasi.

Salah satu siswa ada yang bertanya kepadanya, apa kunci sukses mampu berbahasa inggris. Dia pun menjawab,” Bahasa inggris bagus karena latihan.  Kemudian, kembali ke niat. Sebrapa besar niatnya. Harus ada niat yg besar. Niat, latihan dan jangan malu. Bahasa adalah Kunci Dunia.”

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Hirzi telah menyelesaikan program pertukaran pelajar yang berlangsung selama 6 bulan di negeri tirai bambu, China. []

(Fu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *