PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi atau yang lebih trend-nya “sex education” sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak dewasa atau remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Ini penting untuk mencegah biasnya sex education maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Tujuan diadakannya sosialisasi pendidikan seks bagi remaja, di antaranya yaitu:

  1. Untuk mengetahui informasi seksual (organ reproduksi) bagi remaja
  2. Memiliki kesadaran akan pentingnya memahami masalah seksualitas
  3. Memiliki kesadaran akan fungsi-fungsi seksualnya
  4. Memahami masalah-masalah/ penyakit seksualitas
  5. Memahami faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah seksualitas
  1. Menghubungkan alat kontrasepsi dan proses pencegahan kehamilan pada keluarga berencana

            Selain itu ada dua faktor mengapa pendidikan seks (sex education) sangat penting bagi remaja. Faktor pertama adalah di mana anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Sehingga dari ketidakfahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.

Faktor kedua, dari ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di lingkungan sosial masyarakat, hal ini ditawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakfahaman remaja tentang sex education ini, banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus HIV dan sebagainya.

            Ada beberapa pendapat tentang  sex education memang pantas dimasukkan dalam kurikulum di sekolah menengah, apalagi siswa pada ini adalah masa pubertas. Pendidikan Seks ”Sex education” sangat perlu sekali untuk mengantisipasi, mengetahui atau mencegah kegiatan seks bebas dan mampu menghindari dampak-dampak negatif lainnya. Mungkin kita baru menyadari betapa pentingnya pendidikan seks karena banyak kasus pergaulan bebas muncul di kalangan remaja dewasa ini. Kalau berbicara tentang pergaulan bebas, hal ini sebenarnya sudah muncul dari dulu, hanya saja sekarang ini terlihat semakin parah. Pergaulan bebas remaja ini bisa juga karena dipicu dengan semakin canggihnya kemajuan teknologi, juga sekaligus dari faktor perekonomian global. Namun hanya menyalahkan itu semua juga bukanlah hal yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan pendidikan seks (sex education) kepada generasi muda.

Memperhatikan hal di atas maka SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid, khususnya kelas XI IPA pada mata pelajaran Biologi telah mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja yang bekerja sama dengan Puskesmas Mungkid. Kegiatan tersebut terlaksana pada Sabtu, 11 Mei 2013 pukul 10.20 – 11.50 WIB. Pemateri merupakan praktisi kesehatan di Puskesmas Mungkid, beliau adalah dr. Kisan (pemateri ikhwan) dan Anis Ariyanti, A.Md.Keb (pemateri akhwat) karena penyampaian materi dilaksanakan terpisah agar para siswa saling terbuka. Kegiatan serupa telah dilaksanakan sebelumnya yang bekerja sama dengan Puskesmas Salaman II. Semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk para siswa SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *