TANGIS DAN PELUK WARNAI MABIT BERSAMA ORANG TUA SISWA

(foto: Fu) Antusiasme Peserta Mabit dan Doa Bersama Orang tua Kelas 12 jelang Ujian Nasional

TANGIS DAN PELUK WARNAI MABIT BERSAMA ORANG TUA SISWA

SMAIT IFBS. Mungkid. Bertempat di Aula SMAIT Ihsanul Fikri, acara yang bertajuk Mabit dan Doa Bersama Orang Tua Kelas 12 berjalan dengan lancar. Acara yang berlangsung selama 2 hari 1 malam tersebut, tepatnya dari tanggal 26 sd 27 Maret 2016, diikuti oleh siswa siswi kelas 12 bersama dengan orang tua mereka.

(Foto: Fu) Ustadz Usep yang akrab disapa Kang Usep, mengisi Mabit dan Do’a Bersama Orang Tua Siswa

Acara ini digelar sebagai salah satu persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional 2016 April mendatang. Selain itu, juga untuk mendekatkan hati antara para siswa dengan orang tua mereka, yang selama ini tentunya jarang bersama dikarenakan mereka harus tinggal di Asrama. Hampir sekitar 75% orang tua hadir dalam kesempatan tersebut.

(Foto: Fu) Peserta yang berasal dari Papua dan Jawa Timur

Acara tersebut beberapa rangkaian kegiatan seperti Sosialisasi Visi & Misi Sekolah, Taujih Motivasi, Qiyamulail Berjama’ah, dan Sarasehan Wali Murid pada pagi hari selanjutnya. Pada sesi taujih Motivasi dan Doa Bersama, Ustadz Usep Badruzzaman yang juga seorang trainer, berhasil membangkitkan suasana baik haru maupun ceria. Beliau mengawali sesi tersebut dengan permainan kecil yang mampu mendatangkan tawa dan antusiasme baik siswa siswi maupun para orang tua mereka. Sampai pada akhirnya memasuki sesi inti, dimana siswa dan orang tua mereka diberikan untuk berbicara dari hati ke hati, tentang rencana kedepan yang akan mereka lalui. Keakraban dan kedekatan serta kehangatan nampak dan terasa antara orang tua dan siswa. Pemandangan yang sangat jarang terlihat yang mungkin pula mereka jarang rasakan.

(Foto: Fu) Siswa dan orang tuanya diminta untuk menuliskan keinginannya di udara

Kemudian obrolan dan curhat antara mereka dilanjutkan dengan permintaan restu dan maaf dari siswa siswi kepada orang tua mereka. Suasana hangat, akrab, dan haru yang ada sebelumnya, pecah menjadi tangisan dan hujan air mata. Terlihat seolah para siswa dan orang tua mereka saling meminta maaf atas segala yang telah mereka lalui. Mereka saling berpelukan tanda bahwa suasana hati – ke hati sedang berlangsung diantara mereka.

(Foto: Fu) Salah seorang orang tua, memeluk putrinya dengan haru pada acara Mabit dan Doa Bersama

 

(Foto: Fu) Salah seorang siswi peserta mabit dipeluk oleh ayah dan ibunya dalam Mabit dan Doa Bersama

 

Sesi taujih motivasi diakhiri dengan doa bersama. Suasana pun berubah menjadi khusuk dan penuh harap akan keberhasilan anak – anak dalam ujian nasional nanti, seleski perguruan tinggi, serta perubahan kearah yang jauh lebih baik lagi.

Perlu diketahui bersama, bahwa acara Mabit dan Doa Bersama Orang tua kelas 12 tersebut, adalah kali pertamanya diadakan.

(Fu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *