Safari Alquran

(1-3/4/2019) Memasuki awal bulan April dimana kelas 12 menjalani UNBK, SMA IT Ihsanul Fikri menyelenggarakan program Safari Alquran bagi kelas 10 dan 11 akhwat. Program ini melibatkan sebanyak 6 masjid dan musala di Desa Pabelan dan sekitarnya.

Program ini selain untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan meningkatkan kecintaan santri kepada Alquran juga sebagai fasilitas untuk memenuhi target tilawah dan hafalan bagi santri. “Alhamdulillah sambutan baik dari takmir masjid dan musala kami terima,” ujar Ustadzah Risma Handayani selaku ketua panitia.

Dalam kegiatan Safari Alquran ini dibagi kelompok-kelompok yang terdiri dari kurang lebih 15 orang untuk satu ustadzah dan menempati masjid dan musala yang telah ditentukan. masjid dan musala yang ditempati sendiri terdiri dari Masjid Al-Muttaqin, Masjid Daarussalam Selak, Musala Sirojul Muniir Selak, Musala As-Sholihin, Masjid Kyai Kertotaruno, dan Musala Al-Huda.

Agenda Safari Alquran ini juga menuntut santri agar dapat berikhtiar mencapai target-target yang telah ditetukan sehingga hal ini pun dapat menjadi ajang berlomba-lomba dalam kebaikan.

Mengantri setoran hafalan kepada ustadzah. (dok.pribadi)

Selama kegiatan Safari Alquran berlangsung, para santri beristirahat malam di GOR H. Asy’ari untuk kemudian melanjutkan salat tahajjud berjamaah dini harinya. Mereka berkumpul lagi di GOR pada pukul 08.00 WIB setelah diberi waktu untuk bersih diri dan sarapan sejak bakda subuh. Setelah berkumpul, setiap kelompok berangkat menuju musala dan masjid masing-masing hingga maksimal pukul 17.00 WIB mereka baru kembali ke kompleks Ihsanul Fikri.

Kajian bakda salat Subuh. (dok.pribadi)

“Alhamdulillah kegiatan Safari Alquran ini bisa meningkatkan kualitas waktu untuk hafalan dan akunjadi bisa lebih mengenal lingkungan di sekitar Ihsanul Fikri.” komentar Rizka Wachida Arhab mengenai kegiatan ini.

Mendekat pada Alquran seharusnya menjadi kebutuhan sehari-hari kita. Karena kitalah yang memerlukan Alquran, bukan sebaliknya. Allahummarhamnaabilqur’aan.

(Zah)

Talkshow Milenial : Milenial Bermoral dan Berprestasi

(22/03/2019) Istilah generasi milenial memang akrab didengar. Disebut akan membawa gaya hidup yang unik dan terbarukan, lahir di era pergantian abad tentu menyebabkan banyaknya sistem kehidupan yang bertransformasi.

Sayangnya nih, banyak orang, terutama para orangtua, yang merasa generasi milenial kini lebih banyak sisi negatifnya ketimbang positifnya. Seperti gaya hidup konsumtif, berkurangnya rasa hormat, lebih mendengarkan arahan orang lain ketimbang arahan orang tua, no gadget no life, dan lain sebagainya.

Untuk menghapus segala stigma tersebut, Divisi Keilmuan OSIS SMAIT Ihsanul Fikri berkolaborasi dengan PH OSIS SMA, divisi PSDM SMA, seluruh kadiv OSIS SMPIT Ihsanul Fikri, dan subdivisi Keilmuan dan PSDM OSIS SMA mengadakan Talkshow Milenial bertajuk ‘Milenial Bermoral dan Berprestasi’.

Acara yang diikuti 150 siswi (75 siswi SMP dan 75 siswi SMA) berlangsung mulai dari jam 13.15 s/d 16.15 WIB. Dari salah satu panitia, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menambah moral di masa milenial untuk mencapai prestasi di era teknologi. Sedangkan dari salah satu peserta, tujuan dari acara ini agar menjadi pemuda yang mempunyai bekal mengayomi bangsa ini.

Pembicara dari talkshow ini adalah Firas Sabila Nurdini, mahasiswi Strata 1 Sastra Jepang Universitas Diponegoro. ia dikenal sebagai salah satu ‘Kartini Zaman Now’ yang tak hanya bersinar di dalam negeri tapi juga mancanegara. Kak Firas pernah menjadi salah satu peserta exchange student ke Jepang.

Acara diisi oleh Kak Firas Sabila Nurdini

Talkshow Milenial ini berlangsung sukses mulai dari pembukaan, talkshow yang disertai sesi tanya jawab, sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan dari panitia, hingga penutupan. Di talkshow ini, kak Firas berbagi pengalamannya saat menjalani kehidupan di Negeri Matahari Terbit yang banyak memberi pelajaran.

Foto bersama panitia
Foto bersama peserta

Dari panitia berharap, dengan diadakannya talkshow ini, akan lahir lebih banyak generasi milenial bermental kartini yang jauh dari stigma mengenai generasi saat ini.

(shua)

Santri Masuk Desa (SMD)

(11-16/3/2019) Meskipun SMAIT Ihsanul Fikri berlokasi di desa Pabelan, namun kegiatan sehari-hari tidaklah berbaur dengan masyarakat . Sehingga program Santri Masuk Desa (SMD) tetap diperlukan untuk melatih hidup bermasyarakat.

Kegiatan Santri Masuk Desa atau yang biasa disebut SMD tahun 2019 ini dilaksanakan di Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan. Tempat SMD yang diikuti oleh kelas 10 dan 11 ini dibagi menjadi 4 dusun Wonolelo. Wonodadi, Windusajan, dan Panggungan.

Suasana pagi hari di Dusun Wonolelo (dok. Pribadi)

Pemberangkatan santri dari Ihsanul Fikri pada pukul 11.00 WIB setelah selesai persiapan bekal untuk tinggal di desa Wonolelo. Dalam kegiatan SMD, santri dituntut untuk membaur dengan masyarakat dan kegiatannya. Pada hari pertama, pembukaan SMD oleh kepala desa di Balai Desa Wonolelo bersama para santri yang bertugas di Wonolelo dan Wonodadi. Bakda pembukaan, santri dipersilakan untuk bersih diri dan menata barang di balai desa untuk selanjutnya perkenalan dengan rumah induk semang (inang) masing-masing.

Kegiatan selanjutnya pada hari kedua hingga kelima, para santri membantu kegiatan para induk semang. Ada yang membantu berladang, panen hasil ladang, berdagang di pasar, mengajar di TPA, berternak, mencari rumput untuk ternak (ngarit), bersih-bersih rumah, dan lainnya. Semua melakukannya dengan senang dan gembira. “Nambah pengalaman, bisa ngerasain hidup di desa yang masih adem.” tutur salah seorang santri yang bertugas di Windusajan.

Membantu panen cabai

Pada waktu senggang, beberapa santri mengunjungi salah satu objek wisata yang terdapat di Dusun Wonolelo yaitu Air Terjun Kedung Kayang. Hari terakhir, semua melakukan kerja bakti di lingkungan, aksi sosial, dan perpisahan juga pemberian kenang-kenangan pada induk semang masing-masing.

Mengunjungi Air Terjun Kedung Kayang (dok.pribadi)

Diharapkan semua santri dapat menerapkan segala hikmah yang didapatkan selama kegiatan SMD ini.

(Zah/Shua)

Outing Class

(4-9/3/2019) Untuk mensterilkan area sekolah saat kelas 12 menjalankan USBN, sekolah mengadakan kegiatan outing class bagi kelas 10 dan 11. Acara diselenggarakan di Wisma Puas yang berlokasi di lereng Merapi Kompleks Kaliurang Yogyakarta. Dengan menggunakan transportasi bus siswi kelas 10 dan 11 sampai di lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB dan diadakan pembukaan oleh guru-guru yang sudah sampai disana terlebih dahulu.

Setelah pembukaan, siswi dipersilakan menuju wisma masing-masing yang terdiri dari Wisma Melati, Anggrek, dan Sederhana untuk bersih diri dan istirahat. Malamnya, acara dilanjutkan dengan muhadhoroh oleh kolaborasi kelas 10 IPA 4 dan 11 IPS 3 yang bertemakan ‘Teduhnya Wanita’. muhadhoroh  ini juga sebagai ajang unjuk kreativitas siswi juga hiburan.

Hari kedua, ketiga, dan keempat, acara dilanjutkan dengan motivasi sebelum Mukhoyyam Qur’an, sosialisasi organisasi untuk kelas 10, dan persiapan acara SMD (Santri Masuk Desa). Tak lupa, diadakan tahajjud berjamaah pada dini harinya untuk semakin mendekatkan diri pada Allah.

Mukhoyam Quran (dok.Pribadi)

Hari kelima, dilanjutkan dengan Mukhoyyam Qur’an Alam di Telogo Putri Taman Nasional Merapi dari jam 05.15 sampai 10.30. Suasana alam yang sejuk menambah semangat para siswi untuk menghafal. lebih dekat dengan alam ciptaan-Nya.

Hari terakhir, rihlah ke Pantai Sepanjang untuk kelas 10 dan Pantai Drini untuk kelas 11 di Gunung Kidul. Semua siswi nampak ceria dan menikmati keindahan kedua pantai tersebut. Meski udara cukup panas, mereka tak memedulikannya.

(Zah/Shua)