Gerakan Taqarrub Ilallah Spesial Ramadan

(25/5/2019) Tepat sehari sebelum jadwal kepulangan para santri, Keluarga Besar Ihsanul Fikri menggelar acara yang bertajuk Gerakan Taqarrub Ilallah Spesial Ramadan sebagai bagian dari kegiatan Kampus Ramadan 1440 H.

Santri akhwat pada saat acara (dok. pribadi)

Acara yang bertempat di Lapangan Basket Akhwat ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri Ihsanul Fikri. Setelah dibuka oleh MC, pembacaan Alquran oleh salah satu santri putra menjadi agenda selanjutnya. Dan diteruskan dengan tausiyah oleh Ustadz Hanafi Yusya. Beberapa poin penting materi mengenai Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Hanafi adalah bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah SWT untuk mencapai derajat taqwa. Selain itu, penyebab manusia tidak bertaqwa adalah peran iblis dan juga hawa nafsu. Selanjutnya, pada bulan ramadan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca ‘Allahumma inni ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fuanni’

Tausiyyah oleh Ustadz Hanafi (Dok. pribadi)

Acara selanjutnya adalah pembacaan doa diikuti penutupan. Kegiatan yang dilaksanakan pada menjelang magrib itu lalu berakhir dengan lantunan adzan merdu oleh muadzin dari kelas tujuh bernama Fikar yang juga diikuti dengan buka puasa bersama dan shalat magrib berjamaah.

Lantunan adzan merdu oleh Fikar ( dok. pribadi )

Tak cukup sampai situ salat isya dan tarawih berjamaah juga dilaksanakan di lapangan basket tersebut dan juga salat tahajjud, sahur, dan salat shubuh berjamaah pada keesokan harinya

Semoga amalan ibadah ramadan kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin.

(Zah/Wils)

The Conquerors

(23/05/2019) “Aku dan kamu menjadi kita, kita bersama menjadi kuat”. Sebagai program kerja terakhir masa kepengurusan OSIS masa jihad 2018/2019, OSIS SMAIT Ihsanul Fikri berkolaborasi dengan Rohis SMAIT Ihsanul Fikri, Forum OSIS Magelang, Forum OSIS Jawa Tengah, Forum OSIS Nusantara, FOKSIT Jateng-DIY, dan Kampus Ramadhan Ihsanul Fikri mengadakan acara bertajuk ‘The Conquerors: Semangat Menebar Kebaikan, Semangat Meraih Keberkahan’. Diselenggarakan pada tanggal 23 Mei 2019 pukul16.30, bertempat di GOR H.Asy’ari, dan diikuti oleh santri kelas 7,8,10, dan 11 ikhwan-akhwat.

Dibuka dengan hiburan nasyid dari Imagine Vocal Play yang selalu dengan hati terbuka mengawali berbagai event di Ihsanul Fikri. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, tilawah, dan sambutan pertama oleh Ketua Panitia: Faqih Wahid Haris. Lalu sambutan kedua oleh Kepala Sekolah SMAIT Ihsanul Fikri yang diwakilkan oleh Waka Kesiswaan Ustadz Yanwar Ibnu Hanif.

Masuk pada acara inti, yaitu talkshow dengan moderator Muhammad Ghozi Alfaiz, Ketua OSIS Masa Jihad 2018/2019 yang juga Departemen Program Kerja Forum OSIS Nusantara. Pembicara dalam talkshow adalah Kak Shofan Mujahid, Presiden OSIS SMAIT Nur Hidayah 2017/2018, Ketua Umum Forum OSIS Jawa Tengah, dan Ketua Forum OSIS Nusantara. Muda dan enerjik, mungkin itu adalah 2 kata yang sangat cocok untuk mendeskripsikan sosok Kak Shofan yang memiliki visi hidup ‘Jangan terlambat untuk berkarya’.

Sesi materi yang dipandu moderator (Sie Dokumentasi Acara)

Dalam talkshow ini, Kak Shofan mengambil inspirasi dari Muhammad Alfatih, Sang Penakluk Konstantinopel. Ia mengatakan, “Kita tidak akan seperti Alfatih kalau kita cuma jadi keping-keping peradaban! Apalagi kalau sampai tidak mau mempelajarinya!”. Kak Shofan menuturkan, ada 3 cara untuk menjadi pemuda yang unggul. Yang pertama, start awal! Tetapin tujuan hidup agar kita tidak tersesat. Yang kedua, tetapin point tujuan kita di dunia dan juga akhirat. Jangan sampai hanya mengejar dunia, tapi akhirat terlupakan. Dan yang ketiga, jangan pernah mengkhianati proses. Kalau dari proses saja kita sudah berkhianat, bagaimana hasil akan mendukung kita?

Pemuda keren itu pilihan, tapi pemuda bermanfaat adalah suatu keharusan. Kita adalah pemuda berhati bersih dan berjiwa kuat. Itulah kesimpulan dari talkshow bersama Kak Shofan.

Acara selanjutnya, adalah penyerahan kenang-kenangan oleh ketua panitia, Faqih Wahid Haris, dan moderator, Muhammad Ghozi Alfaiz. Tentu saja, tak lupa dengan berfoto bersama.

Penyerahan kenang-kenangan (Sie Dokumentasi Acara)

Acara terakhir yaitu penutup dan buka puasa bersama. Meski hanya sebentar, tapi acara ini sangat membekas di hati para audiens. Semoga bisa diambil hikmahnya ya.

(Shua/Zah)

Kajian Ramadan bersama Ustadz Riyadush Sholihin

(20/05/2019) Menjelang malam Nuzulul Qur’an, amat baik dan bermanfaatnya waktu kita untuk menuntut ilmu. Menghadiri kajian bisa menjadi salah satu alternatif untuk menuntut ilmu. Dengan salah satu manfaat tersebut, Pondok Pesantren Ihsanul Fikri mengundang Ustadz Riyadush Sholihin, ketua umum Markaz Alquran Indonesia, untuk mengisi acara kajian ramadan pada Senin, 20 Mei 2019. Acara ini diikuti oleh santri kelas 7, 8, 10, dan 11 ikhwan-akhwat. Bertempat di GOR H.Asy’ari.

Dibuka oleh MC, acara dimulai pada jam 16.45 WIB. Diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan tilawah Alquran. Masuk pada acara inti, yaitu kajian membahas tentang keyakinan pada Allah dan Rasul-Nya.

Ada dua point yang bisa diambil dari kajian Ustadz Riyadush Sholihin. Pertama, kita harus yakin pada Allah dan Rasul-Nya tanpa keraguan sedikit pun dalam hati. Kalau kita belum meyakini Allah dan Rasul-Nya, maka kualitas iman kita perlu dipertanyakan kondisinya. Kedua, sesuatu yang mustahil bisa kita lakukan jika kita yakin. Tak ada yang mustahil bagi Allah jika kita yakin. Semua bisa kita lakukan jika itu sudah dikehendaki Allah.

Selesai kajian, acara lanjut dengan buka bersama. Kemudian shalat Magrib, ikhwan di Masjid Mujahidin dan akhwat di GOR. Terakhir, shalat isya dan tarawih berjamaah di GOR. Semoga dengan adanya kajian ini, ilmu kita semakin bertambah, aamiin.

(Shua)

IF Takjil On The Road

(21/5/2019) Memasuki bulan suci Ramadan, semua orang berlomba-lomba untuk menorehkan catatan kebaikan sebanyak-banyaknya. Pada jam-jam menjelang magrib, di beberapa titik akan terlihat pembagian takjil gratis bagi pengendara motor maupun mobil. Kali ini, Ihsanul Fikri dalam program kerja Panitia Ramadan 2019 mengadaakan takjil di sepanjang Jl. Borobudur.

Pelaksanaan IF Takjil On The Road (dok. pribadi)

Acara yang bertajuk ‘IF Takjil On The Road’ ini bertujuan untuk pengaplikasian visi kontributif yang diusung Ihsanul Fikri dalam karakter santri. Dimulai pada pukul 17.00, sekitar 30 santri sudah stand by di sekitar tepi jalan untuk pembagian takjil ini. Agenda yang terlaksana pada Selasa sore kemarin sekaligus menyemarakkan kegiatan Ramadan santri Ihsanul Fikri untuk selanjutnya diadakan kajian ramadan.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Semoga IF Takjil On The Road kali ini bisa mengaplikasikan visi kontributif santri untuk lingkungan sekitar.” ujar Tsabita Zahara, salah satu santri yang mengikuti takjil on the road.

(Zah)

Kajian Ramadan bersama Syekh Abdullah dari Gaza

(17/05/2019) Bulan Ramadan penuh dengan sejuta rahmat juga kebahagiaan sudah tiba. Saatnya kita mengisi bulan penuh rahmat ini dengan banyak kegiatan positif. Di Ramadan ini kita bisa menambah wawasan kita mengenai kondisi dunia, terutama kondisi negeri Palestina, negeri para Nabi dan Rasul.

Ihsanul Fikri kembali menerima kedatangan seorang syekh muda dari Palestina. Beliau adalah Syekh Abdullah. Diusianya yang masih muda, 30 tahun, beliau sudah menyelesaikan pendidikan doktornya. Syekh Abdullah adalah sulung dari 9 bersaudara yang berasal dari Gaza, Palestina. Syekh Abdullah sudah melanglang buana memberikan banyak ilmu. Juga kondisi terkini Palestina.

Syekh Abdullah membagi ilmu beliau (dok. pribadi)

Ada 3 poin penting dalam ceramah Syekh Abdullah yang disampaikan kepada santri Ihsanul Fikri. Pertama, persoalan Ramadan. Allah menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan. Tidak hanya terdapat Lailatul Qadar, tetapi juga ada banyak amalan yang bisa menandingi amalan orang-orang terdahulu yang berusia lebih panjang dari kita. Ada beberapa cara meraih pahala: 1. Manfaatkan masjid-masjid, fasilitas, dan waktu untuk beramal. 2. Tidak mempermasalahkan duniawi. Lupakanlah sejenak masalah duniawi, banyak-banyaklah beramal untuk kehidupan akhirat.

Kedua, mengenai persoalan utama orang muslim, yaitu Masjid Al-Aqsa, Palestina. Syekh Abdullah menuturkan, untuk bisa menjadi generasi muda pembebas Al-Aqsa dan Palestina, ada 2 hal yang bisa kita lakukan: memotivasi diri untuk dekat dengan Alquran, dengan cara menghafal Alquran. Kedudukan kita tergantung seberapa dekat kita dengan Alquran. 2.Semangat menuntut ilmu baik ilmu akhirat maupun ilmu dunia. Alquran, sunnah, sains, teknologi, sosial, dll.

Ketiga, mengenai kondisi Masjid Al-Aqsa. Merupakan kiblat pertama umat muslim dan masjid kedua yang dianjurkan untuk dikunjungi. Keadaan sekitar Al-Aqsa saat ini, adzan dilarang dikumandangkan, dilarang sholat di dalam Al-Aqsa, dilarang memasuki Al-Aqsa, juga diusir dari sana. Keadaan saudara-saudara muslim di jalur Gaza juga tak kalah memprihatinkan. Terisolasi, terkurung di Gaza, tidak memiliki akses keluar-masuk, dibombardir bom dan rudal dari zionis. Tahun 2008, 2012, 2014 adalah tahun paling dahsyat Palestina menerima serangan dari zionis. Saudara kita meski kehilangan keluarga, saudara, rumah, bahkan masjid, tetap bertahan dan mewakili dunia untuk mengemban tugas mulia ini dalam melawan zionis.

Bukanlah perkara mudah Syekh Abdullah bisa keluar dan menyampaikan ceramah di berbagai tempat. Hampir mustahil untuk bisa keluar karena jalur Gaza diblokade. Syekh Abdullah dan teman-temannya juga berusaha karena antriannya yang panjang juga persyaratan yang ketat dan banyak. Semoga Allah senantiasa memberkahi langkah Syekh Abdullah dan kita semua. Aamiin.

(Zah/Shua)

Aksos dan Bazar Ramadan Ihsanul Fikri

(11/5/2019) Pada hari ke-6 berpuasa ini, Ihsanul Fikri menggelar aksi sosial (aksos) dan bazar ramadan yang bertempat di sekitar kompleks Ihsanul Fikri yang berpusat di lapangan basket akhwat. Acara yang mulai dibuka sejak pukul 08.00 WIB ini langsung dibanjiri oleh antusiasme dari masyarakat sekitar. Sasaran utama dari aksos dan bazarramadan kali ini yaitu masyarakat Desa Pabelan 1, Pabelan 2, Pabelan 3, Pabelan 4, dan Selak.

Kios pakaian layak pakai (foto : Pak Satya)

Agenda yang diketua oleh Bapak Sholeh Abdurrahman, S. Kom. ini menyediakan berbagai kios seperti kios sembako murah, kios baju layak pakai, dan kios makanan khas ramadan. Selain itu, Ihsanul Fikri juga membuka layanan kesehatan bagi masyarakat umum. Tujuan kegiatan ini sebagai sarana mempererat ukhuwah antarwarga dan juga masyarakat Ihsanul Fikri agaknya tercapai, dengan meriahnya acara yang berlangsung sejak pagi itu.

Kios sembako murah pun tak lupa menjadi sasaran masyarakat. Dengan harga awal minyak 2L Rp.23.000 menjadi Rp.18.900, beras 5 kg berharga awal Rp. 54.000 menjadi Rp. 44.000, dan lain sebagainya tentu tak disia-siakan masyarakat.

Hiburan dari rebana SMA IT Ihsanul Fikri dan marawis dari SMK IT Ihsanul Fikri turut meramaikan acara. Berbagai doorprice bagi anak-anak kecil yang berani melantunkan surat-surat pendek juga tersedia di panggung utama yang berpusat di lapangan basket akhwat.

Hiburan rebana SMA IT Ihsanul Fikri (foto : Pak Satya)

Selain bazar, Ihsanul fikri juga mengadakan aksi sosial (aksos) berupa pembagian sembako yang ditujukan bagi duda, janda, dan dhuafa di sekitar Pabelan.

Seperti slogan acara kali ini, yaitu ‘Indahnya Berbagi di Bulan Suci Ramadan’, semoga kita semua senantiasa mendapatkan indahnya berbagi kali ini, dengan keridhaan dan keberkahan dari Allah SWT

Selamat memaksimalkan ibadah ramadan 1440 H!

(Zah)

Pemira 2019 : Pilihan Kita Masa Depan Kita

(10/5/2019) Memasuki masa akhir tahun pelajaran 2018/2019, SMA IT Ihsanul Fikri menggelar Pemilihan Raya (Pemira) untuk pemilihan ketua organisasi. Organisasi di SMA IT Ihsanul Fikri sendiri terdiri atas 5 organisasi. Yaitu OSIS, Language Troop (LT), PMR, Rohis, dan Dewan Ambalan (DA).

Serangkaian acara Pemira dilakukan sejak 2 April 2019, yaitu saat penjaringan dan sosialisasi Pemira. Selanjutnya, pada 22 April diumumkan nama-nama kandidat dari masing-masing organisasi. Pencarian tim sukses atau timses dimulai sejak kandidat diumumkan. Sedangkan masa kampanye, dimulai pada 27 April hingga 6 Mei. 7-9 Mei merupakan hari tenang bagi para kandidat dan timses.


Absensi pencoblosan (foto : Mr. Fu)

Agenda puncak dari Pemira sendiri adalah saat pelaksanaan pencoblosan pada pagi tadi (10/4). Agenda yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Raya atau biasa disebut KPR ini dimulai pada pukul 06.30 WIB, acara pencoblosan yang diselenggarakan di halaman SMA IT Ihsanul Fikri itu dimulai setelah pembukaan dan tilawatil quran. Sepanjang kegiatan, acara pencoblosan berlangsung dengan lancar. Penghitungan suara dilakukan bakda Dzuhur dengan hasil suara terbanyak :

  1. Ketua OSIS : Zayda Mardhiyah Kertawirja
  2. Pradana DA : Fathia Rahmadhani
  3. Ketua Rohis : Layinnatussyifa Tadimi
  4. Leader LT : Rivani Salsabila Gusdianshah
  5. Ketua PMR : Tsurayya Putri Zulkarnain
Proses pemilihan suara (dok. pribadi)

Pelaksanaan Pemira bertujuan untuk pengadaan regenerasi ketua organisasi SMA IT Ihsanul Fikri. Menjelang masa akhir jabatan organisasi masa jihad 2018/2019, tentu dibutuhkan adanya penerus estafet organisasi dan melalui Pemira kali ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan regenerasi tersebut.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Tentu kami turut bahagia dengan terpilihnya para ketua organisasi yang baru. Dan kami juga percaya, mereka akan membawa wajah Ihsanul Fikri menjadi jauh lebih baik.” ujar Julia Awan Azzahra selaku ketua KPR 2019 kali ini.

Dengan diadakannya Pemira, SMA IT Ihsanul Fikri turut andil dalam pelaksanaan dan pengaplikasian demokrasi di Indonesia setelah sebelumnya ikut serta pada Pemilu akbar Indonesia pada 17 April lalu bagi santri yang sudah diperbolehkan memilih.

Semoga para ketua organisasi yang terpilih oleh ‘rakyat’ Ihsanul Fikri dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya untuk kedepannya. Ingat selalu, Allah melihat, malaikat mencatat! Selamat berjihad.

(Zah)

Ihsanul Fikri Sambut Ramadan

(5/5/2019) Ramadan kali ini adalah ramadan kali pertama yang dilaksanakan tanpa keluarga bagi kelas 7 dan kelas 10, dan ramadan kesekian kali bagi yang sudah menginjak tahun kedua dan ketiga pembelajaran. Meskipun begitu, ramadan kali ini dibersamai oleh ‘keluarga baru’, yakni keluarga Ihsanul Fikri.

Pada Ahad (5/5) kemarin, keluarga Ihsanul Fikri menggelar salat tarawih perdana secara berjamaah yang bertempat di lapangan basket akhwat. Salat isya dipimpin oleh salah satu santri dan selanjutnya untuk salat tarawih diimami oleh mudir Ihsanul Fikri, Ustadz Ahmad Kasban Syarqowi, Lc., M.Si.

Salat tarawih berjamaah (dok. pribadi)

Setelahnya, dari berbagai pihak pun menyemarakkan Ihsanul Fikri agar beratmosfer ramadan. Seperti pengondisian masjid agar lebih kondusif dengan penambahan pewangi ruangan dan karpet masjid, hiasan yang ada di sekitar lingkungan Ihsanul Fikri pun ditambah. Kantin yang biasanya buka pada pagi hari kini berganti jadwal menjadi sore hari menjelang berbuka. Di gerbang utama sendiri ditambah hiasan lampu yang menarik.

Tampilan baru gerbang utama (foto : Mr. Fu)

Semoga ramadan 1440 hijriah kali ini dapat menjadi ramadan yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan amalan yaumiyah serta target-target selama ramadan dapat jauh terlampaui. Aamiin.

(Zah)

Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Horizon Generation

(05/05/2019) Akhirnya, hasil dari segala perjuangan yang tentunya diiringi doa dan banyak hal, terbayarkan. Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz adalah puncak dari perjuangan 3 tahun SMA untuk angkatan 8 SMA IT Ihsanul Fikri, Horizon Generation. Bertempat di GOR H.Asy’ari, acara dimulai pada pukul 06.00 WIB.

Penampilan nasyid dari Imagine Vocal Play dan rebana El-Fikr mengawali serangkaian acara Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz. Dilanjutkan dengan pemutaran video perpisahan Horizon Generation.

Pukul 7.25 WIB, pembukaan acara dipandu MC Pak Sukari dan Pak Andreas. Dilanjut tilawah Al-Qur’an. Setelahnya, para calon wisudawan dan wisudawati memasuki ruangan. Berjumlah 107 ikhwan dan 131 akhwat.

Acara selanjutnya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars JSIT, dan Mars SMAIT Ihsanul Fikri. Kemudian opening dari Kepala Sekolah SMA IT, Dra. Nur Cahyo Hidayati, sekapur sirih dari orang tua wisudawan yang diwakili oleh Bapak Joko Winarso (Ayahanda dari Hasna Fathia XII IPS 3), sambutan ketua yayasan, dan pengawas SMA Kabupaten Magelang.

Prosesi mengharukan pengalungan bunga untuk orangtua dari para penghafal quran (dok.pribadi)

Masuklah pada acara inti pertama, yaitu prosesi Wisuda Tahfidz. Alhamdulillah, tahun ini sekolah me-wisuda hafidz-hafidzah sebanyak 56 orang. Terdiri dari 26 ikhwan dan 30 akhwat. Usai tasmi Al-Qur’an dari para wisudawan tahfidz, dilanjutkan dengan pemberian plakat dan pengalungan bunga untuk para orangtua murid sebagai simbolisasi mahkota yang kelak akan diberikan di akhirat. Diakhiri dengan doa khotmil qur’an oleh Ustadz Kasban.

Prosesi Akhirussanah (dok. pribadi)

Usai wisuda tahfidz, masuklah pada acara inti kedua, yaitu Akhirussanah. Tahun ini, ada 21 wisudawan yang diterima SNMPTN di beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan-penghargaan. Untuk Wisudawan Terbaik Prestatif (Nilai UN) jurusan IPA diraih oleh Rosyida Isma kelas XII IPA 3, jurusan IPS diraih oleh Adilah Rosyidah dari XII IPS 3. Untuk Wisudawan Terbaik Kontributif, ikhwan diraih oleh Muhammad Fuad Al-Hazmi, dan akhwat diraih oleh Afi Tarisa Nur Azizah. Wisudawa Terbaik Qur’ani, ikhwan diraih oleh Haidar Abdillah yang sudah sertifikasi 30 juz, dan akhwat diraih oleh Abida Rifqy Zahdah yang sudah dua kali sertifikasi 30 juz.

Juga penghargaan bagi wisudawan-wisudawati yang telah sertifikasi 10 juz, ikhwan ada 3 orang: Muhammad Najmuddin Farid, Haidar Abdillah dan Muhammad Hanif F. untuk akhwat ada 9 orang: Abida Rifqy Zahidah, Adilah Robbaniyah, Hilwa Tsabita, Nabila, Kaysa Hafshah, Maryam, Rosyida Isma, Dibba Fithroh Rofidah, dan Salma Sabila.

Selesai prosesi pemberian penghargaan, dilanjutkan dengan kesan dan pesan alumni yang diwakil Bintang Iswara, kelas XII IPA 1, pemberian kenang-kenangan dari alumni, dan taujih dari Pembina Yayasan Tarbiyatul Mukmin, Ustadz H. Jamaluddin, BA.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin Ustadz Hanafi Yusak, dan penutup oleh MC. Acara wisuda selesai pada pukul 12.00 WIB dengan senyuman dari para wisudawan. Barakallah! Semoga Horizon Generation senantiasa mengepakkan sayap kebermanfaatannya bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia.

(Zah/Shua)

Tarhib Ramadan Bersama Imam Muda Palestina

(4/5/2019) “Kalian semua adalah para mujahid mujahidah pembebas Al-Quds!”. Suara takbir bergemuruh di Masjid Mujahidin. Salah satu rangkaian acara Tarhib Ramadhan Ihsanul Fikri ialah mengundang seorang Syekh dari Palestina. Bertempat di Masjid Mujahidin komplek Ihsanul Fikri, seluruh santriwan-santriwati SMP IT dan SMA IT. Acara dimulai pada pukul 12.50 WIB.

            Diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan tilawah oleh seorang santriwan kelas 10. Setelahnya tilawah, sambutan oleh Mudir Ma’had Ihsanul Fikri, Ustadz Ahmad Kasban, Lc. Kemudian acara inti, yatu taujih dari Syekh Isa Sholeh Yusuf Khalifa yang difasilitasi dari Yayasan Indonesia Human Care (INSANI). Beliau adalah Syekh dari asal Gaza, Palestina (Kewarganegaraan: Palestina). Syekh Isa menuturkan, bahwa bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an, maka sebagai muslim kita wajib mempelajarinya. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan kabar Al-Quds dari zaman Nabi hingga sekarang yang kelak akan lepas dari cengkraman Zionisme.

Syekh Isa bersama Ustadz Kasban (dok. pribadi)

            Syekh Isa mengaku terkesan dengan Ihsanul Fikri, para santri nampak antusias dalam menuntut ilmu. Beliau pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2019 ini. Dan akan melanjutkan  keliling memberikan ceramah ke Malaysia dan Riyadh setelah selesai berkeliling Indonesia pada 31 Mei nanti.

            Di tengah acara, tak lupa diputarkan kotak infaq untuk membantu para saudara di Palestina. Semoga dengan diadakannya taujih ini, dapat memudahkan kita semua untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Aamiin ya rabbal’alamiin.

(Shua/Zah)