
RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Sebanyak 317 siswa-siswi SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid mengikuti sertifikasi guru Quran metode Ummi (8-10/2024).
Kegiatan ini untuk menyiapkan calon lulusan SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid agar memiliki sertifikat yang bisa digunakan untuk mengajarkan Alquran dengan metode Ummi yang merupakan salah satu metode mengaji yang ada di Indonesia.
Dalam kegiatan ini peserta dibekali materi metodologi Ummi jilid 1 sampai 6.
Kemudian, visi misi dan manajemen mutu Ummi, metodologi Ummi tadarus, ghorib, tajwid dasar, administrasi pembelajaran Ummi. Hingga praktik mengajar atau microteaching.
Semua bertujuan agar peserta paham bagaimana cara mengajar Alquran dengan menggunakan metode Ummi secara baik dan benar.
“Kita berikan lengkap, dari metode membaca, Tajwid, Ghorib, administrasi, sampai microteaching agar anak bisa aplikasikan pengajaran Ummi dengan baik,” kata Masyhuda, trainer sekaligus ketua panitia acara.
Menurut Kepala SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Nur Cahyo Hidayati agenda ini juga pendukung terwujudnya salah satu visi SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid.
Yaitu Qur’ani, dimana anak-anak setelah lulus harapannya terbekali ilmu untuk mengajarkan lebih-lebih mengamalkan Alquran.
“Visi sekolah kami adalah Prestatif, Kontributif, Qur’ani, dan berbudaya lingkungan. Program sertifikasi guru ngaji metode Ummi ini salah satu bagian untuk mewujudkan visi Qur’ani kami. Anak ndak hanya bisa ngaji, tapi juga bisa ngajar setelah lulus nanti, itu salah satu target kami,” ujarnya.
Salah satu peserta, Rusyda, mengaku senang dan antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. (rls/lis)Editor : Lis Retno Wibowo