(Foto: Husen) Siswa berfoto dengan anak-anak desa Baleagung
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Penutupan SMD ikhwan di desa Baleagung kecamatan Grabag secara resmi ditutup oleh bapak Jamaluddin selaku pembina Yayasan Tarbiyatul Mukmin. Ada yang berbeda pada acara penutupan SMD kali ini. Kali ini acara penutupan dilakukan dengan cara berdiri dan diikuti oleh seluruh peserta SMD.
(Foto: Husen) Anak anak berdiri dalam penutupan SMD 2016
Dalam sambutannya Bapak Irwan selaku lurah desa Baleagung menyampaikan ucapan terimakasih yang telah memilih desa Baleagung ini sebagai tempat terselenggaranya SMD. Beliau juga berharap semoga ini bukan SMD kali pertama dan terakhir dilaksanakan di desa Baleagung.
Beliau juga berpesan agar peserta terus berkontribusi untuk masyarakat dan berdoa agar menjadi anak yang berbakti pada orang tua, agama dan negara. Dalam penutupan sambutannya pak lurah menyanyikan sebuah lagu karyanya sendiri sebagai persembahan kepada para peserta SMD.
(Foto: Husen) Bapak Lurah dalam Penutupan SMD 2016
Kemudian, dalam sambutannya, pembina yayasan berpesan agar setelah selesainya acara ini semoga anak anak bisa lebih memiliki kepekaan sosial yang tinggi sebagai bekal pembinaan diri.
Acara penutupan smd ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada desa Baleagung yang diserahkan langsung oleh pembina yayasan dan diterima langsung oleh bapak Lurah. []
(Foto: Husen) Anak -Anak Bersalam-salaman dengan para kadus.
(Foto: Husen) Berfoto bersama sebelum kembali ke SMAIT IF.
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Pada hari ke-4 SMD ikhwan, peserta SMD di dusun Kupen mengawali kegiatannya dengan bersih bersih kandang. Bersama dengan Pak Lurah, mereka bergotong royong melakukan kegiatan, yang tentunya jarang mereka lakukan.
(Foto:Husen) Mengangkut Lemi
Awalnya, salah satu peserta mengaku risih, akan tetapi dirasakan menyenangkan kemudian. “Kegiatan yang awalnya agak risih tapi kalau sudah dijalani jadi menyenangkan, kalau sudah bersih rasanya plong. Senang bisa ikut kontribusi dengan warga,” kata salah satu peserta, Basyir, disela-sela kegiatan itu.
Berbeda lagi dengan Alrianda, salah satu peserta SMD kelas X ini, mengaku jijik pada awalnya. “Awalnya jijik, apalagi pas ngangkat ‘lemen’, tapi karenan bersama sama jadi enak,” kata Alrianda.
Dengan adanya kegiatan ini Pak Lurah mengaku merasa terbantu. ” Alhamdulillah kami jadi terbantu, ini kalau diborongin sehari sendiri mas, ini dikerjakan anak-anak dua jam selesai. Gratis lagi,” imbuh Pak Lurah Irwan.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Baleagung, para peserta SMD membantu warga panen cabe. Salah satu peserta mengaku senang akan tetapi juga sedih, karena hari tersebut adalah hari teakhir SmS 2016. “Rasanya senang dan sedih sekali, senang karena ini pertama kali saya ikut metik cabe. Sedih karena besok SMD sudah selesai,” ujar Hilmi, salah satu peserta pemetik cabe.
(Foto: Husen) Memanen Cabe
Seperti yang diketahui, bahwa SMD 2016 berlangsung antara tanggal 29 Februari sampai dengan 4 Maret 2016.
(foto: Husen) Seorang Peserta dengan Dagangan mereka
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Tampak siang itu beberapa remaja menggoreng makanan khas Palembang, yaitu Pempek. Mereka melakukannya bukan untuk mereka makan sendiri, akan tetapi untuk mereka jual kepada para pembeli disekitar mereka. Mereka adalah para peserta SMD 2016 yang membantu salah satu pedagang berjualan Pempek Palembang di dusun Pringapus. Kebetulan ada warga sekitar basecamp mereka yang berjualan pempek, dan mereka pun memutuskan untuk mencoba berlatih berdagang pempek. Ini tentunya bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Terlebih ada mata pelajaran kewirausahaan yang mereka dapatkan di sekolah.
(foto: Husen) Seorang peserta SMD sedang mencoba memasak Pempek
Selain itu, ditempat lain, tepatnya di dusun Bono, terdapat beberapa peserta SMD yang belajar membuat Cilok, salah satu makanan khas Bandung. Mereka membantu Pak RT, yang memproduksi cilok, dalam membuat adonan mentah hingga menjadi cilok siap masak. Tentunya hal ini belum pernah mereka alami sebelumnya, dan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka dari SMD ini.
(Foto: Husen) Seorang siswa sedang mebuat Cilok
(foto: Husen) Pasca membantu Pak RT membuat Cilok
Dengan mengalami hal-hal tersebut diatas, para peserta merasakan bagaiamana menjadi seorang pedagang pempek dan juga pembuat Cilok. Mereka merasakan dan mengalami prosesnya, tidak hanya sekedar menjadi konsumen saja. Selain itu, mereka juga bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan di kelas kewirausahaan di sekolah. Semoga mereka mampu mengambil nilai dan hikmah dari apa yang mereka alami.
[Fu]
(foto: Sumayyah Martono) Salah satu peserta SMD akhwat sedang menuntun anak TPQ mengaji AL Qur’an
SMAIT IFBS.Kab. Magelang. Keceriaan dan keseruan, hal yang kami tangkap saat melihat para peserta SMD 2016 berinteraksi dengan para anak-anak TPA/TPQ di masing-masing dusun mereka.
Seusai kerja bakti membersihkan lingkungan, para peserta SMD 2016 ahwat di desa Maduretno, berkunjung ke salah satu TPQ untuk mengajak mereka bermain dan membantu mereka mengaji huruf al qur’an. Dengan masih menggunakan seragam lapangan PSIT, mereka menebar ilmu dan keceriaan di antara para anak-anak TPQ tersebut.
(Foto: SUmayyah MArtono) Kegiatan akhwat SMD 2016 di TPA Desa Maduretno
Hal serupa juga terjadi di salah satu dusun tempat SMD 2016 ihwan, dusun Kupen, Grabag. Seusai berkegiatan pagi dan siang, mereka pergi ke tempat mengaji anak – anak. Saat kami kunjungi, mereka sedang mengajarkan kosa kata bahasa arab sederhana kepada anak-anak dusun tersebut. Salah satu peserta tampak mengajar dengan teknik menggambar.
(foto: Fu) Siswa mengajar kosa kata bahasa arab
(Foto: Fu) Siswa menyambut kedatangan anak yang ingin ikut mengaji
Reporter: Tim Humas dan Dokumentasi SMD 2016
Editor: Fu
(foto: Husen) Siswa SMAIT IF sedang mengajar Siswa dan siswi MI Ma’arif Kupen
SMAIT IFBS. Kupen. Ada yang tampak berbeda di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Kupen pada hari ketiga SMD 2016 ihwan. Jika biasanya pembelajaran di kelas madrasah tersebut dipimpin atau dilakukan oleh seorang guru madrasah, namun kali ini siswa peserta SMD 2016 lah yang melakukannya. Para siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak dengan memberikan pelajaran sederhana layaknya seorang guru. Hal ini adalah sebagi bentuk kontribusi para peserta SMD di bidang pendidikan. Lebih-lebih, melalui hal tersebut, peserta bisa berlatih memunculkan karakter kepemimpinan dan tanggung jawab.[]
(foto: Husen) Pembelajran bersama siswa dan siswi MI Ma’arif Kupen
(foto: Husen) Siswa dan Siswi MI Ma’arif Kupen Berfoto bersama Guru Junior dari SMAIT Ihsanul Fikri.
AKSI LAPANGAN PESERTA PADA HARI KE-2 SMD 2016 IHWAN
(foto: Husen) Siswa Menjemur Pipilan Jagung
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Pagi yang cerah, udara dingin yang segar, mengawali hari kedua para siswa peserta SMD 2016 di Baleagung Grabag. Hal tersebut dilanjutkan dengan aktifitas mereka terjun ke masyarakat membantu pekerjaan warga desa.
(foto: Husen) Salah satu peserta yang ngemes (memupuk) tanaman.
Para siswa yang berada di dusun Sudimoro, Ngaliyan dan Bono melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dusun. Sedangkan peserta yang berada di dusun Kupen, membantu warga melakukan ngemes (memupuk) tanaman jahe dan daud (mencabuti rumput disekitar) tanaman cabe yang sebentar lagi bisa dipanen.
(foto: Husen) Siswa membersihkan lingkungan di SMD 2016
Lain halnya yang terjadi di dusun Gejayan, para peserta di dusun tersebut membantu warga mengangkut pasir untuk pembangunan salah satu rumah warga di dusun Gejayan. Di dusun Ngaliyan, peserta yang di dusun tersebut membantu mipili jagung (memisahkan biji jagung dari batangnya) yang selanjutnya akan di jemur.
(foto: Husen) Para peserta membantu pembangunan rumah salah satu warga dusun.
(foto: Husen) Para siswa SMD menjemur pipilan jagung.
Peserta yang terjun di dusun Baleagung, melakukan tanam padi bersama. Sebaliknya, peserta yang ada di dusun Pringapus, melakukan cabut tanaman pohon jagung.
(foto: Husen) Siswa membantu menanam padi.(foto:Husen) Siswa membantu mencabut batang pohon jagung kering yang telah dipanen.
Berbagai kegiatan tersebut harapannya mampu melatih jiwa sosial para siswa yang ikut dalam SMD 2016.
(foto: Husen) Ibu Kepala Sekolah SMAIT IF bersama Kepala Desa Baleagung.
SMAIT IFBS. GRABAG. Setiba peserta ikhwan sampai di lokasi SMD 2016, mereka langsung mengikuti acara Penerimaan oleh aparatur desa. Penerimaan peserta SMD ikhwan diserahkan langsung oleh ibu kepala sekolah Dra. Nur Cahyo dan diterima langsung oleh kepala desa Baleagung disaksikan oleh para kadus, panitia smd dan sebagian peserta SMD.
(foto: Husen) Peserta yang mengikuti Sersh Terima.(foto: Husen) Para Kadus dan Aparatur Desa Baleagung
Acara ini dilaksanakan dibalaidesa desa Baleagung. Setelah acara serah terima selesai para peserta SMD menuju ke dusun masing masing guna berkontribusi dan berkhidmat untuk masyarakat sekitar.
(foto: Husen) Penyerahan ke rumah warga sebagai basecamp kegiatan salah satu Dusun.
Adapun dusun yang dijadikan sarana khitmad kegiatan smd kali ini adalah. Dusun Kupen, Baleagung, Sidomoro, Ngaliyan, Bono, Gejayang.
SMAIT IFBS.MUNGKID. Ada berbagai macam cara untuk menjaga dan mengekspresikan ukhuwah diantara sesama. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Foundation (Angkatan IV) yang sekarang ini telah menjadi alumni SMAIT IF, kepada adik tingkatnya, Pacific (Angkatan V), yang sekarang ini sedang mengikuti Ujian Sekolah.
Foundation mengirimkan surat kepada mereka yang berisi pesan untuk tidak berputus asa, dan tentang tetap istiqomah di jalan Allah. Pesan tersebut dibacakan oleh salah satu siswa dengan lantang dan keras. Tentunya ini memberikan semangat dan kesan tersendiri bagi mereka.
Untuk melihat ekspresi mereka saat mendengar surat tersebut, klik link video dibawah ini.