SMAIT IFBS. MUNGKID. Pada hari selasa, 5 April 2016 kemarin, kontingen SMAIT IF mengikuti lomba MTQ tingkat Kecamatan. Lomba tersebut digelar, guna mendapatkan wakil Kec.Mungkid untuk maju ke tingkat Kabupaten. Alhamdulillaah, beberapa anggota kontingan dari SMAIT IF menyabet beberapa kategori.
Juara MTQ Pelajar Tingkat Kec Mungkid 2016 dari SMAIT IF
Affif Fauzi Faruq Juara 1 Cabang Tilawah
Zulfa Nur Rokhisa Juara 2 Cabang Tilawah
Hanif Alfian Juara 2 Cabang Tilawah dan Tahfidz 5 Juz
Nabila Qoulan Sadida Juara 1 Cabang Tilawah dan Tahfidz 5 Juz
Hanifah Nurul Shodiqoh Juara 2 Cabang Tilawah dan Tahfidz 5 Juz
Nabilah Noor Indrastata delegasi Cabang Tahfidz 20 Juz.
Demikian sedikit laporan dari Lomba MTQ tingkat Kec.Mungkid. Mohon doanya bagi yang berhasil maju tingkat Kabupaten untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Syukron.
SMAIT IF dukung penuh program Kab. Magelang Anti Narkoba 31 Maret 2016
SMAIT IFBS.MUNGKID. Seperti yang diketahui bersama bahwa padall utanggal 31 Maret 2016 kemarin, Pemerintah Kab.Magelang bersama Dinas Pendidikan mencanangkan Gerakan Kabupaten Magelang Anti Narkoba, di SMP/MTS, SMA/SMK/MA seluruh Kabupaten Magelang.
Surat Keterangan Bebas Narkoba sebagai syarat pendaftaran PPDB SMAIT IF
Terkait hal tersebut, tentu saja SMAIT Ihsanul Fikri mendukung penuh dengan dicanangkannya program Anti Narkoba tersebut. SMAIT IF merupakan sekolah yang aktif dalam program Anti Narkoba. Hal ini dapat dilihat dari dipersyaratkannya Surat Keterangan Bebas Narkoba bagi para pendaftar dalam Penerimaan Peserta Didik setiap tahunnya. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar kalau SMAIT IF menyambut pencanangan program tersebut dengan senang hati karena sebelumnya pun SMAIT IF termasuk tengah aktif dalam program Anti Narkoba.
(Foto: Fu) Sebagian orang tua siswa yang mengikuti Sarasehan
SARASEHAN BERSAMA ORANG TUA MURID KELAS 12
SMAIT IFBS. MUNGKID. Dalam rangka menuju kearah yang lebih baik, SMAIT Ihsanul Fikri menggelar acara Sarasehan sebagai media diskusi dan sharing antara sekolah dan orang tua siswa siswi SMAIT IF. Acara in merupakan rangkaian kegiatan dari agenda Mabit dan Doa Bersama Jelang Ujian Nasional bersama orang tua kelas 12. Acara berlangsung dari pukul 6.30 sampai dengan selesai pada hari Ahad 27 Maret 2016.
(Foto: Fu) Salah satu orang tua murid kelas 12 memberikan masukan dalam sarasehan
(Foto: Fu) Ustadz Umar selaku Waka Kesiswaan dalam acara sarasehan bersama orang tua siswa kelas 12
Dalam sarasehan tersebut, beberapa dari orang tua siswa menyampaikan masukan-masukannya kepada sekolah. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah terkait penggunaan bahasa asing dalam keseharian di lingkungan Ihsanul Fikri. Kemudian ada pula yang menyampaikan rasa terima kasih peserta kepada sekolah terkait pembinaan dan perhatian yang telah pihak sekolah berikan sehingga putra atau putri mereka memiliki karakter seperti yang mereka harapkan.
(Foto: Fu) Kepala Sekolah (kiri) memimpin acara sarasehan bersama orang tua kelas 12
Sarasehan bersama tersebut dipimpin langsung oleh kepala sekolah dan dihadiri oleh beberapa wakil kepala sekolah sebagai pendampingnya.
(Foto:Fu) Masjid Mujahidin Saat Rangkaian Acara Sholat Gerhana Bulan 23 maret 2016.
Bertempat di Masjid Mujahidin Baru, setelah usai sholat maghrib, siswa dan siswi baik SMPIT maupun SMAIT mengikuti sholat Gerhana Bulan bersama. Hal ini dikarenakan, pada waktu tersebut, tengah berlangsung gerhana bulan Penumbra, tepatnya pada Rabu, 23 Maret 2016, mulai pukul pukul 16.36 WIB, dan mencapai puncaknya
pada pukul 18.47 WIB, serta berakhir pada pukul 20.57 WIB.
Acara diawali dengan iftor bersama puasa sunnah Ayyamul Bidh, dilanjutkan sholat maghrib berjamaah, dan kemudian sholat gerhana bulan. Kemudian penyampaian Khutbah oleh Ustadz Kasban, Lc.
Adapun imam pada sholat gerhana bulan kali ini ada ustadz Nasir Al Hafidz. ()
(foto: Yusuf) Awan berlafadz Allah yang sempat diabadikan oleh siswa dengan kamera ustadzahnya dari halaman SMAIT Ihsanul Fikri
Santri dan Asatidzah Pondok Pesantren Ihsanul Fikri pada Rabu, 16 Februari 2016, sempat tak percaya dengan keajaiban alam yang dipertunjukkan oleh Sang Maha Kuasa.
Pondok pesantren yang beralamatkan di Desa pabelan, magelang Jawa Tengah, ini digegerkan dengan adanya awan berlafadz Allah.
Menurut salah seorang pengurus pondok pesantren. Awan tersebut terlihat pada pukul 06.20 WIB (pagi hari). Cuaca pada saat itu, cerah tidak berawan.
Pada saat kejadian, beberapa civitas pondok berhasil mengabadikan awan yang berbentuk tulisan Allah dengan menggunakan kamera ponsel yang mereka pinjam dari ustadzah di sana. Mereka mengabadikan tulisan itu tepat di halaman asrama santri.
Maka benarlah firman Allah SWT, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar, di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, semua it sungguh, merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti”. (QS. Al Baqarah: 164)
Satu lagi ayat Allah ini sebagai pengingat bagi kita betapa kuasa Allah itu amatlah besar. Langit, bumi beserta isinya bertasbih mengagungkan dzat Allah. Bagaimana dengan kita yang kerdil dan penuh dengan lumuran dosa ini? Akankah masih sifat sombong dan congkah menghiasi perilaku kita.
Dengan fenomena ini semoga menambah keimanankita kepada Allah dan menjafikan diri kita semakin paham.akan kuasa Allah.
(Foto: Ustadz Bambang) Foto diambil dari kompleks SMPIT Ihsanul Fikri.
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Dan sesungguhnya, tiadalah Allah menciptakan semuanya ini dengan sia-sia.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللهُ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٨٩﴾ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾
”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali ‘Imran. 189). ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”, (QS. Ali ‘Imran. 190). “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali ‘Imran. 191).
Awan tersebut juga sempat menghebohkan warga sekitar Ihsanul Fikri dan Magelang. Bahkan, akun Facebook AA Gym pun sempat mengupload gambar yang tersebar di dunia maya tersebut.
Posting AA gym tersebut hingga berita ini ditulis, sudah tembus dengan 60.000an Likes, 1400an comments, dan dibagikan sekitar 2000an kali. []
🎙infoSMAITIF:
“Jadwal Kepulangan.”
Untuk Kelas X dan XI.
Assalaamualaikum.
Diberitahukan bahwa untuk kepulangan tengah semester adalah
👦🏻Untuk Ihwan (Putra):
————————
pada tanggal 20 Maret 2016, pukul 07.00 WIB dan wajib sudah di Ihsanul Fikri paling lambat 23 Maret 2016 pukul 17.00 WIB.
👧🏻Untuk Ahwat (Putri)
————————–
pada tanggal 24 Maret 2016, pukul 07.00 WIB dan wajib sudah di Ihsanul Fikri paling lambat 27 Maret 2016 pukul 17.00 WIB.
Harap menjadi perhatian dan mohon kerja samanya.
Jazakumullah.
Wassalaamualaikum.
========📺📻📞☎
*untuk kelas XII kepulangan setelah Ujian Nasional
SMAIT IFBS. Mungkid. Khawatir, salah satu perasaan yang muncul pada hari itu. Pasalnya, baru pertama kali ini, masjid Baru Ihsanul Fikri, Mujahidin, akan mencoba menampung seluruh jamaah putra putri di ihsanul fikri dalam rangka Sholat gerhana matahari. Akan tetapi, seketika terjawab, ketika sedikit demi sedikit akhwat yang datang, naik ke lantai 2 masjid tersebut. Tampak tidak ada yang duduk, berdiri atau terlantar di halaman masjid. Ternyata, muat. Alhamdulillaah terucap dalam hati.
Setelah para akhwat masuk ke masjid, sholat gerhana pun dimulai. Ikhwan di lantai 1 dan akhwat di lantai 2. Tampak dan terdengar Ustadz Ahlun Najir (Nazril), sang Imam Sholat, mulai memberikan pengarahan tata cara teknis sholat gerhana. Setelah itu, sholat pun dimulai. Dibacakannya surat Qof setelah Fatihah pada rakaat pertama sebelum rukuk pertama rakaat pertama, alhaqqoh setelah Fatihah selepas rukuk pertama , nuh pada rakaat kedua sebelum rukuk pertama rakaat kedua, dan alfajr pada rakaat kedua setelah rukuk pertam rakaat kedua. Terdengar isak tangis dan haru saat surat surat tersebut dibacakan dalam shalat. Sungguh menyentuh dan damai. Hampir mirip sekali dengan suasana sholat ied’l Fitri saat lebaran.
(Foto: Fu) Saat doa Khutbah.
Sekitar 45 menit pun berlalu semenjak takbiratul ihram pertama. Imam mengucapkan salam tanda sholat telah selesai. Dilanjutkan Khutbah oleh Ustadz Hanafi Yusaq. Beliau menyampaikan bahwa iman dan islam yang kita miliki patutnya disyukuri. Dengan berapi api dan semangat tinggi, beliau mengguncang masjid mujahidin, sehingga para jamaah pun antusias dalam menyimaknya.
(Foto:Fu) Para Santriwati kembali ke asrama seusai shalat Gerhana matahari
Seperti yang diketahui bahwa pada tanggal 9 Maret 2016 ada peristiwa gerhana matahari total yang konon katanya terjadi 100 tahun sekali.
(Foto: Husen) Siswa berfoto dengan anak-anak desa Baleagung
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Penutupan SMD ikhwan di desa Baleagung kecamatan Grabag secara resmi ditutup oleh bapak Jamaluddin selaku pembina Yayasan Tarbiyatul Mukmin. Ada yang berbeda pada acara penutupan SMD kali ini. Kali ini acara penutupan dilakukan dengan cara berdiri dan diikuti oleh seluruh peserta SMD.
(Foto: Husen) Anak anak berdiri dalam penutupan SMD 2016
Dalam sambutannya Bapak Irwan selaku lurah desa Baleagung menyampaikan ucapan terimakasih yang telah memilih desa Baleagung ini sebagai tempat terselenggaranya SMD. Beliau juga berharap semoga ini bukan SMD kali pertama dan terakhir dilaksanakan di desa Baleagung.
Beliau juga berpesan agar peserta terus berkontribusi untuk masyarakat dan berdoa agar menjadi anak yang berbakti pada orang tua, agama dan negara. Dalam penutupan sambutannya pak lurah menyanyikan sebuah lagu karyanya sendiri sebagai persembahan kepada para peserta SMD.
(Foto: Husen) Bapak Lurah dalam Penutupan SMD 2016
Kemudian, dalam sambutannya, pembina yayasan berpesan agar setelah selesainya acara ini semoga anak anak bisa lebih memiliki kepekaan sosial yang tinggi sebagai bekal pembinaan diri.
Acara penutupan smd ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada desa Baleagung yang diserahkan langsung oleh pembina yayasan dan diterima langsung oleh bapak Lurah. []
(Foto: Husen) Anak -Anak Bersalam-salaman dengan para kadus.
(Foto: Husen) Berfoto bersama sebelum kembali ke SMAIT IF.
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Pada hari ke-4 SMD ikhwan, peserta SMD di dusun Kupen mengawali kegiatannya dengan bersih bersih kandang. Bersama dengan Pak Lurah, mereka bergotong royong melakukan kegiatan, yang tentunya jarang mereka lakukan.
(Foto:Husen) Mengangkut Lemi
Awalnya, salah satu peserta mengaku risih, akan tetapi dirasakan menyenangkan kemudian. “Kegiatan yang awalnya agak risih tapi kalau sudah dijalani jadi menyenangkan, kalau sudah bersih rasanya plong. Senang bisa ikut kontribusi dengan warga,” kata salah satu peserta, Basyir, disela-sela kegiatan itu.
Berbeda lagi dengan Alrianda, salah satu peserta SMD kelas X ini, mengaku jijik pada awalnya. “Awalnya jijik, apalagi pas ngangkat ‘lemen’, tapi karenan bersama sama jadi enak,” kata Alrianda.
Dengan adanya kegiatan ini Pak Lurah mengaku merasa terbantu. ” Alhamdulillah kami jadi terbantu, ini kalau diborongin sehari sendiri mas, ini dikerjakan anak-anak dua jam selesai. Gratis lagi,” imbuh Pak Lurah Irwan.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Baleagung, para peserta SMD membantu warga panen cabe. Salah satu peserta mengaku senang akan tetapi juga sedih, karena hari tersebut adalah hari teakhir SmS 2016. “Rasanya senang dan sedih sekali, senang karena ini pertama kali saya ikut metik cabe. Sedih karena besok SMD sudah selesai,” ujar Hilmi, salah satu peserta pemetik cabe.
(Foto: Husen) Memanen Cabe
Seperti yang diketahui, bahwa SMD 2016 berlangsung antara tanggal 29 Februari sampai dengan 4 Maret 2016.
(foto: Husen) Seorang Peserta dengan Dagangan mereka
SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Tampak siang itu beberapa remaja menggoreng makanan khas Palembang, yaitu Pempek. Mereka melakukannya bukan untuk mereka makan sendiri, akan tetapi untuk mereka jual kepada para pembeli disekitar mereka. Mereka adalah para peserta SMD 2016 yang membantu salah satu pedagang berjualan Pempek Palembang di dusun Pringapus. Kebetulan ada warga sekitar basecamp mereka yang berjualan pempek, dan mereka pun memutuskan untuk mencoba berlatih berdagang pempek. Ini tentunya bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Terlebih ada mata pelajaran kewirausahaan yang mereka dapatkan di sekolah.
(foto: Husen) Seorang peserta SMD sedang mencoba memasak Pempek
Selain itu, ditempat lain, tepatnya di dusun Bono, terdapat beberapa peserta SMD yang belajar membuat Cilok, salah satu makanan khas Bandung. Mereka membantu Pak RT, yang memproduksi cilok, dalam membuat adonan mentah hingga menjadi cilok siap masak. Tentunya hal ini belum pernah mereka alami sebelumnya, dan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka dari SMD ini.
(Foto: Husen) Seorang siswa sedang mebuat Cilok
(foto: Husen) Pasca membantu Pak RT membuat Cilok
Dengan mengalami hal-hal tersebut diatas, para peserta merasakan bagaiamana menjadi seorang pedagang pempek dan juga pembuat Cilok. Mereka merasakan dan mengalami prosesnya, tidak hanya sekedar menjadi konsumen saja. Selain itu, mereka juga bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan di kelas kewirausahaan di sekolah. Semoga mereka mampu mengambil nilai dan hikmah dari apa yang mereka alami.
[Fu]