PROGRAM TAHFIDZ: TES TAMBAHAN UNTUK PROGRAM TAHFIDZ

Assalaamu’alaykum.wr.wb. 

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa seluruh peserta Tes PPDB SMAIT Ihsanul Fikri (baik program Reguler atau Tahfidz) wajib mengikuti tes Qur’an berupa Tahsin dan Hafalan Juz 30 yang dijadwalkan pada pukul 10.00 sd 12.00 beriringan dengan pengukuran seragam.

KHUSUS untuk pendaftar PROGRAM TAHFIDZ, ada tes tambahan yaitu hafalan SURAH MARYAM dari ayat 77 sd SELESAI pada pukul 13.00 sd 15.00.

Demikian kami beritahukan. Wassalaamualaykum. Wr.wb.

 

Panitia PPDB SMAITIF 2017/2018


 

INFORMASI TEKNIS PELAKSANAAN TES PPDB 2017/2018

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Informasi pelaksanaan tes seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid berikut ini kami sampaikan beberapa hal yang perlu disiapkan terkait pelaksaan tes masuk :

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TP. 2017/2018 DITUTUP JUM’AT, 10 FEBRUARI 2017 PUKUL 24.00 WIB

UPDATE PPDB SMAIT IFBS 2017

A. Persyaratan Berkas yang Harus Dibawa

  1. Kartu tes (didownload oleh peserta di website dengan cara login dan menyelesaikan pengisian formulir sampai finalisasi data isian)
  2. Cetak formulir pendaftaran (diberikan oleh panitia pada waktu registrasi ulang)
  3. Menandatangi Surat Pernyataan bermaterai Rp. 6.000,- (Dicetakkan oleh panitia dan dibawa untuk wawancara wali siswa). Materai disediakan oleh panitia
  4. Kuitansi bukti pendaftaran atau bukti transfer pembayaran
  5. Foto copy raport kelas 7 dan 8 (semester I – IV)
  6. Foto copy Kartu Keluarga
  7. Foto copy Akta Kelahiran
  8. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar berseragam OSIS

B. Perlengkapan Tes yang Harus Dibawa Siswa
1. Alat tulis berupa bulpoint, pensil 2B, dan penghapus)
2. Seragam rapi dan sopan (menutup aurat dan bukan kaos), bukan seragam sekolah
3. Bersepatu dan berkaos kaki

C. Materi Tes PPDB 2017
1. Tes Potensi Akademik (TPA) / Psikotes
2. Matematika dan Bahasa Inggris
3. Tes Kemampuan Baca Al-Qur’an dan Hafalan Juz 30
4. Wawancara Wali Siswa bersama Yayasan
5. Tes tambahan khusus pendaftar program tahfidz (materi hafalan yang diujikan akan diumumkan H-2 sebelum tes melalui media kehumasan resmi seperti SMS, Whatsapp, Website, dan Facebook)

D. Susunan Acara Tes PPDB 2017
Pelaksanaan tes pada Ahad, 12 Februari 2017 bertempat di gedung SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid. Berikut ini agenda pelaksanaan selama tes berlangsung :

  1. 06.30- 07.30 WIB : Registrasi Ulang oleh Wali Siswa (pengumpulan berkas persyaratan) di GOR H. Asy’ari. Kemudian siswa menuju ruang tes di Gedung SMAIT IFBS dan Wali siswa menuju masjid Mujahidin Putra untuk penyambutan dan pengarahan oleh Yayasan (Putra di lantai 1 dan Putri di Lantai 2)
  2. 07.30-10.00 WIB : Tes Tertulis Siswa (Tes Potensi Akademik, Bahasa Inggris, dan Matematika).
    1. Peserta Putra : di Gedung SMAIT IFBS Putra
    2. Peserta Putri : di Gedung SMAIT IFBS Putri
  3. 10.00 – 12.00 WIB : Tes Tahsin/tahfidz di ruang yang sama sewaktu tes tertulis dan dilanjutkan ukur seragam
    1. Ukur seragam putra : Kelas XI IPA 2 SMAIT IFBS Putra lantai 2
    2. Ukur seragam putri : Laboratorium Kimia SMAIT IFBS Lantai 2
  4. 07.30-08.30 WIB : Penyambutan dan Pengarahan oleh Pengurus Yayasan Tarbiyatul Mukmin Pabelan bertempat di Masjid Mujahidin Putra
  5. 08.30-12.00 WIB : Wawancara calon wali siswa bersama Pewawancara di GOR H. Asy’ari dengan membawa berkas formulir dan surat pernyataan bermaterai dan telah ditandatangani. Berkas formulir dan surat pernyataan dikembalikan ke pewawancara setelah selesai wawancara
  6. 12.00-13.00 WIB : Ishoma. Bagi yang telah selesai semua agenda tes (kecuali program tahfidz), setelah ISHOMA diperbolehkan pulang jika semua urusan sudah selesai.
  7. 13.00-15.00 WIB : Tes Program Tahfidz di ruang yang sama sewaktu tes tertulis. Setelah tes tahfidz dilaksanakan, peserta langsung dapat pulang. Materi bisa dilihat di klik http://wp.me/p78PmM-lA

E. Informasi Tambahan

  1. Bagi yang ingin mengganti dari Reguler ke Tahfidz, harap konfirmasi ke kontak panitia maksimal 10 Februari 2017, pukul 15.00 WIB
  2. Panitia tidak menyediakan tempat bermalam di komplek dalam sekolah, bagi calon siswa dan calon wali siswa yang menghendaki untuk datang sebelum waktu tes (H-1) dan menghendaki penginapan, dari panitia merekomendasikan tempat home stay yang terdekat dan biaya terjangkau. Pemesanan home stay silahkan hubungi Bapak H. Mukhlasin HP. 085229182540 (Home Stay Roro Mendut)
  3. Teknis pelaksanaan bisa berubah sewaktu-waktu dan jika ada perubahan, akan diumumkan lebih lanjut

F. Kontak Panitia

  1. Ustadz Ahmad Fuad, S.Pd.              : 085727291061
  2. Ustadz Yanwar Ibnu Hanif, S.Pd.  : 085743020585
  3. Ustadz Umar Fadlullah K., Lc.       : 085799160009
  4. Ustadzah Inayah Kurniasih, S.S.   : 085643880750

 

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

GENERASI PRESTATIF DUNIA AKHIRAT

IMG_20160405_092013

SMAIT Ihsanul Fikri merupakan salah satu sekolah boarding yang terletak di Kabupaten Magelang. Walaupun berada di sudut kota, namun tak menghalanginya untuk terus berkarya dan mencetak generasi-generasi yang rindu dan dirindukan oleh gemilangnya masa depan.

Berangkat dengan sepuluh muwashaffat yang salah satunya berbunyi “Mutsaqaful Fikr”—berwawasan yang luas, SMAIT Ihsanul Fikri terus mengepakkan sayapnya untuk mengukir prestasi yang bukan hanya dari segi akademik saja, namun juga dari segi non akademik.

Sekolah yang didirikan pada tanggal 9 September delapan tahun silam itu telah berulang kali mencatatkan namanya pada sejarah dengan berhasil memenangkan berbagaimacam kejuaraan. Adapun dalam bidang akademik beberapa prestasi yang telah diraih antara lain; Juara I Olimpiade Biologi Tingkat SMA/ MA Se Jawa Tengah Tahun 2015, Juara III  Olimpiade Sains Se Jawa Tengah Dan DIY Tahun  2015, Piala Rektor UMS Olimpiade Biologi Tingkat Regional Jawa Tengah Tahun 2016, Juara II OSN Fisika Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2016.

Sedangkan untuk bidang non akademik, SMAIT Ihsanul Fikri juga telah meraih beberapa prestasi, yakni; Juara I Atletik Nomor Lompat Jangkit Putra POPDA Kab. Magelang Tahun  2015, Juara 1 Futsal Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2016, Juara II Lomba Seni Lukis Islami Putri Tingkat Jawa Tengah Tahun 2016, Juara II Lomba Basket Putra Tingkat SMA Se Jawa Tengah dan DIY Tahun 2016, dan masih banyak lagi.

14650151_1231521603587415_2624284146798686441_n

Akan tetapi, ternyata ada sebuah prestasi yang sebenarnya sangat spesial namun masih jarang dilirik orang banyak. Ya, menjadi seorang penghafal Al-Quran atau yang biasa dikenal dengan Hafidz. Dengan fasilitas unggulannya berupa kelas tahfidz SMAIT Ihsanul Fikri menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan prestasi tersebut. Karena, selain segudang prestasi akademik dan nonakademik diatas, prestasi menghafal Al-Quran siswa-siswi SMAIT Ihsanul Fikri juga sangat gemilang dan telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, yaitu; Juara I MTQ Pelajar Cabang Tahfidz 5 Juz Putra Tingkat Kecamatan Mungkid Tahun 2015, Juara I MTQ Pelajar Cabang Tahfidz 5 Juz Putri Tingkat Kecamatan Mungkid Tahun 2015, Juara 1 Tahfidz 5 Juz Putri Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2016.

 

Selain itu, juga terdapat 21 siswa dan siswi SMAIT Ihsanul Fikri yang telah berhasil mengkhatamkan setoran hafalan 30 juznya, diantaranya adalah Hanifah Fauzizah, Nabila, dan Nabila Noor Indrastata.

Al-Quran adalah misi yang besar dalam hidup kita, tak heran jika kita harus senantiasa menghafal, mengkaji, serta mendakwahkan. Begitulah kalimat yang dituturkan oleh seorang siswi asal Demak, Jawa Tengah yang bernama Hanifah Fauzizah. Awalnya, Hanifah merasa tidak terlalu yakin akan melanjutkan sekolah di SMAIT  Ihsanul Fikri, namun setelah diterima ia merasa antusias karena di Ihsanul Fikri mengajarkan hal-hal yang bermanfaat dan bahkan kedua orangtuanya sangat mensupport dan terus menyemangatinya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Nabila. Menurutnya, mengahafal Quran adalah nikmat luar biasa yang Allah berikan kepadanya.Menghafal Quran itu lelah, namun kelelahan itu yang Insya Allah akan mengantarkan kita kepada Surga-Nya. Ketika Nabila dan orangtuanya bingung memilih SMA, ternyata Allah pilihkan sekolah yang sangat jauh dari tempat tinggalnya yang di Jawa Timur. Siswi kelas X tahfidz itu sempat merasa ragu. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satu pemacunya untuk menjadi seorang hafidzah. Ada satu hal yang menyentuh saat Nabila berhasil menyelesaikan setoran hafalannya pada tanggal 22 Desember 2016. Ia katakan pada Uminya, “Ummi, bagi saya setiap hari adalah hari Ummi, semoga Ummi sehat selalu dan hari ini mbak bila telah selesai menyetorkan hafalan terakhir mbak bila. Ini adalah kado untuk Ummi dan Ayah, semoga ini berkah.”

Tak jauh berbeda dengan Hanifah dan Nabila, Nabila Noor Indrastata juga menuturkan bahwa Al-Qur’an adalah nikmat, Al-Qur’an adalah mukjizat, Al-Qur’an adalah janji Allah atas kemudahan bagi yang menghafalnya. Alasan Nabil memilih SMAIT Ihsanul Fikri karena ia tertarik dengan kelas tahfidznya. Cita-citanya yang ingin menjadi penghafal dan penjaga Al-Quran membuatnya yakin bahwa Ihsanul Fikri adalah wadah yang tepat untuk mengantarkannya menuju cita-cita besar tersebut.

14724515_1232774096795499_4917447778413183906_n

Al-Quran adalah pedoman hidup setiap muslim sepanjang masa. Al-Quran adalah guru besar terbaik, sahabat terbaik, dan penasehat terbaik. Jadi tak heran jika setiap muslim wajib menjadi pemeliharanya. Al-Quran yang selalu mengundang kerinduan itu pula merupakan sebuah cita-cita. Mengkhatamkannya adalah cita-cita. Berprestasi dengannya adalah cita-cita. Syahid bersamanya adalah cita-cita. Dan mendapat syafaat karenanya adalah cita-cita.

 

SOSIALISASI VISI MISI dan TUJUAN SMAIT IHSANUL FIKRI

(Foto: Fu) Sosialisasi Visi dan Misi SMAIT Ihsanul Fikri

SOSIALISASI VISI MISI dan TUJUAN SMAIT IHSANUL FIKRI

SMAIT IFBS. MUNGKID. Bersamaan dengan Pelaksanaan Mabit dan Doa Bersama Jelang Ujian Nasional pada 26 maret 2016, kepala SMAIT Ihsanul Fikri, Dra. Nur Cahyo Hidayati, melakukan sosialisasi visi dan misi SMAIT Ihsanul Fikri. Acara ini digelar sebagai salah satu upaya dalam menyebarkan dan mempublikasikan visi misi lembaga kepada masyarakat luas. Harapannya dengan mengetahui visi dan misi ini, masyarakat pada umumnya dan peserta pada khususnya, tahu dan paham akan gerak dan arah dari lembaga SMAIT Ihsanul Fikri dimana mereka menyekolahkan anak mereka.

(Foto: Fu) Ibu Kepala Sekolah SMAIT Ihsanul Fikri mensosialisasikan Visi dan Misi SMAIT IF dalam rangkaian kegiatan Mabit dan Doa Bersama Jelang Ujian Nasional 2016.

Adapun Visi SMAIT Ihsanul Fikri adalah:

Pencapaian Prestasi yang tinggi, memiliki Akhlak yang Mulia, mendapatkan bekal Iman dan Taqwa.

Kemudian Misi SMAIT Ihsanul Fikri adalah:

Menyelenggarakan pendidikan Menengah Atas yang mengintegrasikan ilmu qauliyah dan kauniyah, iman, ilmu serta amal, ruhiyah dan jasadiyah dalam lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan islami.

> Meyelenggarakan pendidikan Menengah Atas untuk menghasilkan lulusan yang beraqidah lurus, beribadah dengan benar, berakhlak mulia, berfikir ilmiah, berkepribadian mandiri, kreatif, disiplin, serta berbadan sehat, kuat dan terampil.

Mewujudkan generasi muda muslim berilmu pengetahuan, berwawasan luas dan global, bermanfaat bagi umat, serta kejayaan islam dan kaum muslimin.

Selanjutnya, Tujuan SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri Mungkid adalah:

a.Membina, membimbing, dan membentuk peserta didik agar memiliki kepribadian yang islami.
b.Mendidik dan melatih peserta didik agar memenuhi standar kompetensi kenaikan dan kelulusan yang telah ditetapkan.
c.Membekali peserta didik agar mampu melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sehingga peserta didik diharapkan memiliki karakter sebagai berikut :
a.Aqidah yang bersih
Meyakini Allah SWT sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam semesta dan menjauhkan diri dari segala pikiran, sikap dan perilaku bid’ah, khurafat dan syirik.
b.Ibadah yang benar
Terbiasa dan gemar melaksanakan ibadah yang meliputi : sholat, shaum, tilawah Al Qur’an, dzikir, dan doa sesuai petunjuk Al Qur’an dan AsSunnah.
c.Pribadi yang matang
Menampilkan perilaku yang santun, tertib dn disiplin, peduli terhadap sesama dan lingkungan serta sabar, ulet dan pemberani dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari.
d.Mandiri
Mandiri dalam memenuhi segala keperluan hidupnya dan memiliki bekal yang cukup dalam pengetahuan, kecakapan dan keterampilan dalam usaha memenuhi kebutuhan nafkahnya.
e.Cerdas dan berpengetahuan
Memiliki kemampuan berfikir yang kritis, logis, sistematis dan kreatif yang menjadikan dirinya berpengetahuan luas dan menguasai bahan ajar dengan sebaik-baiknya, dan cermat serta cerdik dalam mengatasi segala problem yang dihadapi sehingga mampu meraih berbagai macam prestasi.
f.Sehat dan kuat
Memiliki badan dan jiwa yang sehat dan bugar, stamina dan daya tahan tubuh yang kuat, serta keterampilan beladiri yang cukup untuk menjaga diri dari kejahatan pihak lain. Dengan fisik yang bugar pula sebagai bekal meraih berbagai macam prestasi.
g.Bersungguh-sungguh dan disiplin
Memiliki kesungguhan dan motivasi yang tinggi dalam memperbaiki diri dan lingkungannya yang ditunjukkan dengan etos dan kedisiplinan kerja yang baik.
h.Tertib dan cermat
Tertib dalam menata segala pekerjaan, tugas dan kewajiban; berani dalam mengambil resiko namun cermat dan penuh perhitungan dalam melangkah.
i.Efisien
Selalu memanfaatkan waktu dengan pekerjaan yang bermanfaat, mampu mengatur jadwal kegiatan sesuai dengan skala prioritas.
j.Bermanfaat
Peduli kepada sesama dan memiliki kepekaan dan keterampilan untuk membantu orang lain yang memerlukan pertolongan.

Kesemua itu tersarikan dalam selogan atau jargon dari SMAIT Ihsanul Fikri yaitu:

 Qurani, Prestatif, dan Kontributif

()

(Fu)

TANGIS DAN PELUK WARNAI MABIT BERSAMA ORANG TUA SISWA

(foto: Fu) Antusiasme Peserta Mabit dan Doa Bersama Orang tua Kelas 12 jelang Ujian Nasional

TANGIS DAN PELUK WARNAI MABIT BERSAMA ORANG TUA SISWA

SMAIT IFBS. Mungkid. Bertempat di Aula SMAIT Ihsanul Fikri, acara yang bertajuk Mabit dan Doa Bersama Orang Tua Kelas 12 berjalan dengan lancar. Acara yang berlangsung selama 2 hari 1 malam tersebut, tepatnya dari tanggal 26 sd 27 Maret 2016, diikuti oleh siswa siswi kelas 12 bersama dengan orang tua mereka.

(Foto: Fu) Ustadz Usep yang akrab disapa Kang Usep, mengisi Mabit dan Do’a Bersama Orang Tua Siswa

Acara ini digelar sebagai salah satu persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional 2016 April mendatang. Selain itu, juga untuk mendekatkan hati antara para siswa dengan orang tua mereka, yang selama ini tentunya jarang bersama dikarenakan mereka harus tinggal di Asrama. Hampir sekitar 75% orang tua hadir dalam kesempatan tersebut.

(Foto: Fu) Peserta yang berasal dari Papua dan Jawa Timur

Acara tersebut beberapa rangkaian kegiatan seperti Sosialisasi Visi & Misi Sekolah, Taujih Motivasi, Qiyamulail Berjama’ah, dan Sarasehan Wali Murid pada pagi hari selanjutnya. Pada sesi taujih Motivasi dan Doa Bersama, Ustadz Usep Badruzzaman yang juga seorang trainer, berhasil membangkitkan suasana baik haru maupun ceria. Beliau mengawali sesi tersebut dengan permainan kecil yang mampu mendatangkan tawa dan antusiasme baik siswa siswi maupun para orang tua mereka. Sampai pada akhirnya memasuki sesi inti, dimana siswa dan orang tua mereka diberikan untuk berbicara dari hati ke hati, tentang rencana kedepan yang akan mereka lalui. Keakraban dan kedekatan serta kehangatan nampak dan terasa antara orang tua dan siswa. Pemandangan yang sangat jarang terlihat yang mungkin pula mereka jarang rasakan.

(Foto: Fu) Siswa dan orang tuanya diminta untuk menuliskan keinginannya di udara

Kemudian obrolan dan curhat antara mereka dilanjutkan dengan permintaan restu dan maaf dari siswa siswi kepada orang tua mereka. Suasana hangat, akrab, dan haru yang ada sebelumnya, pecah menjadi tangisan dan hujan air mata. Terlihat seolah para siswa dan orang tua mereka saling meminta maaf atas segala yang telah mereka lalui. Mereka saling berpelukan tanda bahwa suasana hati – ke hati sedang berlangsung diantara mereka.

(Foto: Fu) Salah seorang orang tua, memeluk putrinya dengan haru pada acara Mabit dan Doa Bersama

 

(Foto: Fu) Salah seorang siswi peserta mabit dipeluk oleh ayah dan ibunya dalam Mabit dan Doa Bersama

 

Sesi taujih motivasi diakhiri dengan doa bersama. Suasana pun berubah menjadi khusuk dan penuh harap akan keberhasilan anak – anak dalam ujian nasional nanti, seleski perguruan tinggi, serta perubahan kearah yang jauh lebih baik lagi.

Perlu diketahui bersama, bahwa acara Mabit dan Doa Bersama Orang tua kelas 12 tersebut, adalah kali pertamanya diadakan.

(Fu)

AWALNYA JIJIK, SELANJUTNYA ENAK


AWALNYA JIJIK, SELANJUTNYA ENAK


 

IMG_20160303_185316
(Foto: Husen) Membersihkan Kandang

 SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Pada hari ke-4 SMD ikhwan, peserta SMD di dusun Kupen mengawali kegiatannya dengan bersih bersih kandang. Bersama dengan Pak Lurah, mereka bergotong royong melakukan kegiatan, yang tentunya jarang mereka lakukan.

IMG_20160303_185312
(Foto:Husen) Mengangkut Lemi

Awalnya, salah satu peserta mengaku risih, akan tetapi dirasakan menyenangkan kemudian. “Kegiatan yang awalnya agak risih tapi kalau sudah dijalani jadi menyenangkan, kalau sudah bersih rasanya plong. Senang bisa ikut kontribusi dengan warga,” kata salah satu peserta, Basyir, disela-sela kegiatan itu.

Berbeda lagi dengan Alrianda, salah satu peserta SMD kelas X ini, mengaku jijik pada awalnya. “Awalnya jijik, apalagi pas ngangkat ‘lemen’, tapi karenan bersama sama jadi enak,” kata Alrianda.

Dengan adanya kegiatan ini Pak Lurah mengaku merasa terbantu. ” Alhamdulillah kami jadi terbantu, ini kalau diborongin sehari sendiri mas, ini dikerjakan anak-anak dua jam selesai. Gratis lagi,” imbuh Pak Lurah Irwan.

Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Baleagung, para peserta SMD membantu warga panen cabe. Salah satu peserta mengaku senang akan tetapi juga sedih, karena hari tersebut adalah hari teakhir SmS 2016. “Rasanya senang dan sedih sekali, senang karena ini pertama kali saya ikut metik cabe. Sedih karena besok SMD sudah selesai,” ujar Hilmi, salah satu peserta pemetik cabe.

IMG_20160303_185229

IMG_20160303_185256
(Foto: Husen) Memanen Cabe

Seperti yang diketahui, bahwa SMD 2016 berlangsung antara tanggal 29 Februari sampai dengan 4 Maret 2016.

Reporter: Husen
Editor: Fu

“ANDAI AKU MENJADI” PENJUAL PEMPEK

“ANDAI AKU MENJADI” PENJUAL PEMPEK

(foto: Husen) Seorang Peserta dengan Dagangan mereka
(foto: Husen) Seorang Peserta dengan Dagangan mereka

SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Tampak siang itu beberapa remaja menggoreng makanan khas Palembang, yaitu Pempek. Mereka melakukannya bukan untuk mereka makan sendiri, akan tetapi untuk mereka jual kepada para pembeli disekitar mereka. Mereka adalah para peserta SMD 2016 yang membantu salah satu pedagang berjualan Pempek Palembang di dusun Pringapus. Kebetulan ada warga sekitar basecamp mereka yang berjualan pempek, dan mereka pun memutuskan untuk mencoba berlatih berdagang pempek. Ini tentunya bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Terlebih ada mata pelajaran kewirausahaan yang mereka dapatkan di sekolah.

(foto: Husen) Seorang peserta SMD sedang mencoba memasak Pempek
(foto: Husen) Seorang peserta SMD sedang mencoba memasak Pempek

Selain itu, ditempat lain, tepatnya di dusun Bono, terdapat beberapa peserta SMD yang belajar membuat Cilok, salah satu makanan khas Bandung. Mereka membantu Pak RT, yang memproduksi cilok, dalam membuat adonan mentah hingga menjadi cilok siap masak. Tentunya hal ini belum pernah mereka alami sebelumnya, dan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka dari SMD ini.

photo744639607507888065
(Foto: Husen) Seorang siswa sedang mebuat Cilok

 

photo744639607507888062
(foto: Husen) Pasca membantu Pak RT membuat Cilok

Dengan mengalami hal-hal tersebut diatas, para peserta merasakan bagaiamana menjadi seorang pedagang pempek dan juga pembuat Cilok. Mereka merasakan dan mengalami prosesnya, tidak hanya sekedar menjadi konsumen saja. Selain itu, mereka juga bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan di kelas kewirausahaan di sekolah.  Semoga mereka mampu mengambil nilai dan hikmah dari apa yang mereka alami.
[Fu]

AKSI LAPANGAN PESERTA PADA HARI KE-2 SMD 2016 IHWAN

AKSI LAPANGAN PESERTA PADA HARI KE-2 SMD 2016 IHWAN

(foto: Husen) Siswa Menjemur Pipilan Jagung
(foto: Husen) Siswa Menjemur Pipilan Jagung

SMAIT IFBS. BALEAGUNG. Pagi yang cerah, udara dingin yang segar, mengawali hari kedua para siswa peserta SMD 2016 di Baleagung Grabag. Hal tersebut dilanjutkan dengan aktifitas mereka terjun ke masyarakat membantu pekerjaan warga desa.

(foto: Husen) Salah satu peserta yang ngemes (memupuk) tanaman.
(foto: Husen) Salah satu peserta yang ngemes (memupuk) tanaman.

Para siswa yang berada di dusun Sudimoro, Ngaliyan dan Bono melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dusun. Sedangkan peserta yang berada di dusun Kupen, membantu warga melakukan ngemes (memupuk) tanaman jahe dan daud (mencabuti rumput disekitar) tanaman cabe yang sebentar lagi bisa dipanen.

(foto: Husen) Siswa membersihkan lingkungan di SMD 2016
(foto: Husen) Siswa membersihkan lingkungan di SMD 2016

Lain halnya yang terjadi di dusun Gejayan, para peserta di dusun tersebut membantu warga mengangkut pasir untuk pembangunan salah satu rumah warga di dusun Gejayan. Di dusun Ngaliyan, peserta yang di dusun tersebut membantu mipili jagung (memisahkan biji jagung dari batangnya) yang selanjutnya akan di jemur.

IMG-20160301-WA0043-01

(foto: Husen) Para peserta membantu pembangunan rumah salah satu warga dusun.
(foto: Husen) Para peserta membantu pembangunan rumah salah satu warga dusun.

IMG-20160301-WA0124-01

(foto: Husen) Para siswa SMD menjemur pipilan jagung.
(foto: Husen) Para siswa SMD menjemur pipilan jagung.

Peserta yang terjun di dusun Baleagung, melakukan tanam padi bersama. Sebaliknya, peserta yang ada di dusun Pringapus, melakukan cabut tanaman pohon jagung.

IMG-20160301-WA0121-01

(foto: Husen) Siswa membantu menanam padi.
(foto: Husen) Siswa membantu menanam padi.
(foto:Husen) Siswa membantu mencabut batang pohon jagung kering yang telah dipanen.
(foto:Husen) Siswa membantu mencabut batang pohon jagung kering yang telah dipanen.

Berbagai kegiatan tersebut harapannya mampu melatih jiwa sosial para siswa yang ikut dalam SMD 2016.

Reporter: Husaen
Editor: Fu

SIAP BERKHIDMAT: SERAH TERIMA PESERTA IKHWAN SMD 2016

SIAP BERKHIDMAT: SERAH TERIMA PESERTA IKHWAN SMD 2016

image
(foto: Husen) Ibu Kepala Sekolah SMAIT IF bersama Kepala Desa Baleagung.

SMAIT IFBS. GRABAG. Setiba peserta ikhwan sampai di lokasi SMD 2016, mereka langsung mengikuti acara Penerimaan oleh aparatur desa. Penerimaan peserta SMD ikhwan diserahkan langsung oleh ibu kepala sekolah Dra. Nur Cahyo dan diterima langsung oleh kepala desa Baleagung disaksikan oleh para kadus, panitia smd dan sebagian peserta SMD.

image

image
(foto: Husen) Peserta yang mengikuti Sersh Terima.
image
(foto: Husen) Para Kadus dan Aparatur Desa Baleagung

Acara ini dilaksanakan dibalaidesa desa Baleagung. Setelah acara serah terima selesai para peserta SMD menuju ke dusun masing masing guna berkontribusi dan berkhidmat untuk masyarakat sekitar.

image

image
(foto: Husen) Penyerahan ke rumah warga sebagai basecamp kegiatan salah satu Dusun.

Adapun dusun yang dijadikan sarana khitmad kegiatan smd kali ini adalah. Dusun Kupen, Baleagung, Sidomoro, Ngaliyan, Bono, Gejayang.

Reportase: Husaen Sastra
Editor: Fu.

DETIK-DETIK AKHIR ITU MULAI TERASA

1375794_1100363506681654_5823675128805392431_n(Foto: Fu) Siswa kelas XII SMAIT IF mengikuti Ujian sekolah 2015/2016

SMAIT IFBSMUNGKID. Hari, jam, menit, dan detik menjelang masa akhir belajar para siswa/i kelas XII SMAIT IF pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan mereka dalam Ujian Sekolah yang akan berlangsung dari tanggal 29 Ferbuari hingga 7 Maret 2016 ini. Ujian yang hampir mempunyai setting yang mirip Ujian Nasional ini, tentu merupakan bagian yang penting bagi mereka karena harapannya hal ini terjadi hanya satu kali saja dengan hasil yang memuaskan. Untuk itu, terlihat para peserta ujian ini, antusias dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

 

12802890_1100363636681641_1413154167177305408_n(foto: Fu) Siswi Kelas 12 SMAIT IF antusias dalam mengiktui Ujian

Sebelumnya, siswa-siswi SMAIT IF kelas XII, wajib mengikti UCO yang rutin diselenggarakan 1 minggu sekali untuk taip-tiap mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN nanti. Justru karena rutinitas ini, dikhawatirkan kewaspadaan dan kehati-hatian peserta berkurang, dalam mengerjakan soal-soal Usek. hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Ibu kepala sekolah saat Apel Doa Bersama, ” Ini adalah Ujian Sekolah yang tentunya berbeda dengan UCO yang selama ini kalian ikuti. Untuk itu, kalian harus serius dan tidak menyepelekan Usek ini.”

[Fu]