Outing Class

(4-9/3/2019) Untuk mensterilkan area sekolah saat kelas 12 menjalankan USBN, sekolah mengadakan kegiatan outing class bagi kelas 10 dan 11. Acara diselenggarakan di Wisma Puas yang berlokasi di lereng Merapi Kompleks Kaliurang Yogyakarta. Dengan menggunakan transportasi bus siswi kelas 10 dan 11 sampai di lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB dan diadakan pembukaan oleh guru-guru yang sudah sampai disana terlebih dahulu.

Setelah pembukaan, siswi dipersilakan menuju wisma masing-masing yang terdiri dari Wisma Melati, Anggrek, dan Sederhana untuk bersih diri dan istirahat. Malamnya, acara dilanjutkan dengan muhadhoroh oleh kolaborasi kelas 10 IPA 4 dan 11 IPS 3 yang bertemakan ‘Teduhnya Wanita’. muhadhoroh  ini juga sebagai ajang unjuk kreativitas siswi juga hiburan.

Hari kedua, ketiga, dan keempat, acara dilanjutkan dengan motivasi sebelum Mukhoyyam Qur’an, sosialisasi organisasi untuk kelas 10, dan persiapan acara SMD (Santri Masuk Desa). Tak lupa, diadakan tahajjud berjamaah pada dini harinya untuk semakin mendekatkan diri pada Allah.

Mukhoyam Quran (dok.Pribadi)

Hari kelima, dilanjutkan dengan Mukhoyyam Qur’an Alam di Telogo Putri Taman Nasional Merapi dari jam 05.15 sampai 10.30. Suasana alam yang sejuk menambah semangat para siswi untuk menghafal. lebih dekat dengan alam ciptaan-Nya.

Hari terakhir, rihlah ke Pantai Sepanjang untuk kelas 10 dan Pantai Drini untuk kelas 11 di Gunung Kidul. Semua siswi nampak ceria dan menikmati keindahan kedua pantai tersebut. Meski udara cukup panas, mereka tak memedulikannya.

(Zah/Shua)

Kunjungan Kelas 12 (Horizon Generation) ke Panti Asuhan Daarul Hikmah Borobudur

(3/3/2019) Berbuat kebaikan memang tidak peduli waktu dan tempat. Ditengah kesibukan belajar memepersiapkan berbagai ujian di tahun terakhir masa SMA, 20 orang perwakilan kelas 12 ikhwan mengunjungi Panti Asuhan Daarul Hikmah yang beralamat di Dusun XXII, Borobudur, Magelang. Dengan didampingi Ustadz Anton dan Ustadz Umar, acara dilaksanakan pada Ahad, 3 Maret 2019 selepas Ashar sampai menjelang Maghrib.

Setelah pembukaan dan tilawah, sambutan dari Rafi Hilmy Aminuddin selaku ketua panitia melanjutkan acara tersebut. Kegiatan yang merupakan program angkatan Horizon Generation ini diharapkan dapat memberi kebermanfaatan bagi sesama dan sebagai salah satu ikhtiar agar dimudahkan dan diberkahi Allah SWT dalam menjalani berbagai ujian di akhir tahun pelajaran mereka sebagai siswa di SMA IT Ihsanul Fikri.

Sambutan juga disampaikan dari perwakilan panti asuhan yang diasuh oleh ustadz Hanif. Setelahnya, Ustadz Umar menyampaikan taujih yang diperdengarkan kepada perwakilan kelas 12 dan anak-anak di panti asuhan.

Memasuki agenda inti yang menekankan pada kebersamaan, diadakan makan bersama sembari sharing antara perwakilan Horizon Generation dengan anak-anak Panti Asuhan.

Makan bersama dan sharing (Dok. Pribadi)

“Programnya sangat bagus. menandakan tingginya kepedulian sosial yang tinggi. Saya sangat mengapresiasi acara ini. Semoga kedepannya Horizon bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dari ini.” ujar Ustadz Anton saat ditanya perihal kesan beliau saat membersamai jalannya acara ini.

Kegiatan ini berakhir dengan penyerahan sejumlah uang tunai sebagai santunan dari kelas 12 ikhwan untuk Panti Asuhan Daarul Hikmah. Dari kegiatan ini tentu terdapat banyak hikmah yang layak untuk bekal kedepannya bagi Horizon Generation sendiri. Dari pentingnya membantu sesama yang sedang membutuhkan, perlunya peduli dan peka terhadap sesama, dan yang utama adalah untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan. Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa membersamai Horizon Generation kedepannya. Aamiin.

(Zah)

Pelantikan Pleton Inti Garuda Muda Masa Jihad 2019/2020

(25/2/2019) Setelah melewati berbagai macam tes, dari 105 pendaftar seleksi Pleton Inti Garuda Muda  yang diperuntukkan bagi kelas 10 akhirnya terpilih sebanyak 22 orang yang lolos hingga tahap terakhir untuk melanjutkan jihad masa selanjutnya. Seleksi Pleton Inti sendiri terdiri dari lima tahap berupa tes tertulis, tes suara, tes fisik, tes baris-berbaris, dan yang terakhir wawancara.

Tepatnya pada Senin, 25 Februari pagi, diselenggarakan upacara pelantikan Pleton Inti Garuda Muda masa jihad 2019/2020 yang bertempat di lapangan basket Pondok Pesantren Ihsanul Fikri. Pelantikan ini diresmikan oleh Kepala SMA IT Ihsanul Fikri Dra. Nur Cahyo Hidayati yang diwakilkan oleh Wakil Kesiswaan Bapak Yanwar Ibnu Hanif, S.Pd. Upacara yang diikuti oleh kelas 10 dan 11 akhwat ini dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, penampilan variasi baris-berbaris dari peserta pelantikan, pembacaan Surat Keputusan (SK), dan diakhiri dengan penyematan pin sebagai tanda serah terima jabatan dari Pleton Inti Garuda Muda masa jihad 2018/2019 ke Pleton Inti Garuda Muda masa jihad 2019/2020.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) (Dok. Pribadi)

Amanat yang disampaikan Pak Hanif selaku pembina upacara adalah regenerasi ini penting dan diperlukan untuk melanjutkan amanah sebagai bentuk bela negara. Dan purnanya Pleton Inti Garuda Muda masa jihad 2018/2019 juga bukan berarti tugas yang diemban sudah selesai. Namun ini adalah bentuk permulaan pengembanan tugas di tingkat yang lebih tinggi.

Variasi baris-berbaris (Dok. Pribadi)

Serah terima jabatan juga dilakukan antara Komandan Pleton masa jihad 2018/2019 kepada Komandan Pleton masa jihad 2019/2020

Serah terima jabatan Komandan Pleton (Dok. Pribadi)

“Tentunya aku berharap bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Semoga teman-teman Pleton Inti sekarang bisa lebih berkomitmen dan jangan sampai menjadikan jabatan sebagai ajang eksistensi.” Ungkap Arifa Nisaut Taqiyya selaku Komandan Pleton (Danton) masa jihad 2019/2020 usai upacara pelantikan. Ketika ditanya mengenai bagaimana cara yang akan dilakukan untuk mengkompakkan teman-temannya , Kia—sapaannya—menjawab akan lebih berbaur dan akan mencoba memahami karakter masing-masing anggota Pleton Inti. Dia juga berharap agar jabatannya selaku Komandan Pleton tidak membuat teman-temannya merasa sungkan.

Aziza Ula Fallahi—Komandan Pleton tahun sebelumnya—berpesan kepada anggota Pleton Inti yang baru dilantik, “ Semoga bisa menambah semangat adik-adik melaksanakan tugas sebagai wujud bela negara, memegang erat komitmen, dan menjadi garda terdepan sebagai pelopor kebaikan bagi Ihsanul Fikri dan Indonesia.”

Foto bersama setelah upacara pelantikan (Dok. pribadi)

(Zah/Ed/Sab)

Give and Seek : Aku lan Kowe ing Manunggaling

(9-10/2/2019) Akhir pekan kemarin menjadi salah satu quality time bagi santri SMP IT dan SMA IT Ihsanul Fikri. Acara yang bertajuk Give and Seek : Aku lan Kowe ing Manunggaling ini menjadi ajang merajut dan mempererat ukhuwah bagi mereka yang sehari-harinya sering bertemu namun jarang bertegur sapa karena perbedaan jadwal dan agenda harian.

Kegiatan Give and Seek sendiri merupakan acara tahunan yang digawangi oleh kolaborasi OSIS SMP IT dan SMA IT Ihsanul Fikri. Acara yang diikuti oleh kelas 7, 8, 10, dan 11 ini berlangsung dari Sabtu, 9 Februari ba’da Ashar hingga keesokan harinya. 16 kelompok besar yang beranggotakan santri SMP dan SMA siap untuk bersaing pada permainan ukhuwah dan pengambilan kado. Untuk kelas 9 dan kelas 12 sendiri berhalangan mengikuti Give and Seek karena sibuk menyiapkan segala persiapan ujian kelulusan di tahun terakhir mereka.

Permainan ukhuwah : Berdua bersamamu 🙂

Pada kepulangan akhir tahun kemarin, santri diminta membawa kado terbaik yang dibungkus koran untuk dibawa saat mereka kembali ke Ihsanul Fikri. Agenda ini lalu dimulai dengan permainan ukhuwah yang terdiri dari 3 macam permainan. Yaitu Berpisah itu Mudah (permainan ular naga dengan memecahkan balon lawan), Zona Nyaman (permainan estafet baju), dan Berdua Bersamamu (permainan futsal dengan syarat memakai sarung untuk dua pemain). Permainan ukhuwah berakhir menjelang adzan Maghrib.

Suasana nobar di Masjid Mujahidat 1

Puncak kegiatan yaitu pengambilan kado dan nobar dilaksanakan ba’da Isya. Nobar yang bertempat di Masjid Mujahidat 1 menjadi selingan di samping pengambilan kado yang bertempat di GOR H. Asy’ari. Setiap kelompok dipanggil bergiliran untuk mengambil kado dengan melewati beberapa pos sebelumnya. Kegiatan malam hari ini sebenarnya mirip dengan jurit malam, namun lebih asyik dan menantang karena di akhir sesi peserta dapat mengambil kado di tengah kegelapan.

Penyebaran kado di area GOR H. Asy’ari

Keesokan harinya, santri kembali berkumpul di lapangan basket untuk melakukan senam pagi dan sarapan bersama. Pembagian hadiah bagi kelompok terkompak, terantusias, dan terheboh menjadi sesi terakhir sebelum acara penutupan.

Berikut adalah komentar dari beberapa peserta Give and Seek dari SMP dan SMA.

“Seru! Karena bisa merekatkan ukhuwah antara SMP SMA.” ujar Naila salah satu peserta dari kelas 10 IPS 3.

Pendapat dari adik kelas 7 Akhwat 1, Salsa, lain lagi, “Seru kak. Tapi aku nggak takut waktu ngambil kado. Pengennya sih ambil banyak kado, tapi dicegat sama hantu (panitia-red)”

Seneng  dong mbak. Soalnya jadi banyak kenalan sama mbak-mbaknya.” tambah Fatonah dari kelas 7 Akhwat 4.

Semoga Give and Seek tahun ini menjadi langkah awal eratnya ukhuwah para santri Ihsanul Fikri. Selain itu, acara ini tentu menjadi alternatif kami dengan terus melakukan kegiatan positif.

Ingat selalu jika kita tidak menyibukkan diri pada hal positif, maka kita akan disibukkan dengan hal negatif.

Aku lan kowe ing manunggaling, sampai jumpa di Give and Seek tahun depan! 🙂

(Zah/Ed)

JATENG MELAJU GRAND FINAL MHQ NASIONAL 2017

foto: Doc Pribadi Najmudin saat mendapat hadiah pada CQN.

Alhamdulillah. Pada gelaran Musabaqoh Hifdzil Quran PORSSIQU 2017 Nasional Jaringan Sekolah Islam terpadu, salah satu siswa SMAIT Ihsanul Fikri yang juga mewakili kontingen Jateng, berhasil lolos kebabak Grand Final yang insyaAlloh akan diselenggarakan pada 5Mei 2017 di Jakarta Convention Center.

Siswa tersebut bernama Najmuddin Farid yang merupakan siswa kelas X SMAITIF yang juga alhamdulillah telah berhasil menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz nya.

Lomba MHQ PORSSIQU 2017 tersebut diikuti oleh 16 Provinsi yang dalam babak penyisihannya terdapat 23 peserta putra putri. Pada babak penyisihan 4 Mei 2017 yang lalu, peserta diberikan 3 amplop yang berisi 3 Soal hafalan, dan yang paling sedikit salahnyalah yang berhak maju ke babak grand final.

Pekan Olahraga Seni, Sains dan Al Quran atau PORSSIQU JSIT 2017 ini merupakan wahana untuk mempererat ukhuwah diantara sekolah dalam jaringan JSIT Indonesia. 

PENGUMUMAN SNMPTN 2017 SMAITIF

MUNGKID. Sore ini, menjadi salah satu  sore yang bersejarah bagi siswa/i kelas 12, pasalnya sore ini sekolah mengumumkan hasil dari SNMPTN 2017 kepada mereka. Pengumuman ini bertempat di Masjid Mujahidin dan disampaikan secara lisan oleh waka kurikulum ustadz Mualimin.

Siswa/i terlihat deg-degan, dan beraneka rasa campur aduk, ada juga yang terlihat berdzikir dan berdoa. Dan satu persatu nama yang lolos SNMPTN pun diumumkan. Nama-nama yang diumumkan disambut riuh dengan teriakan takbir dan juga peluk haru dari teman-temannya.

Alhamdulillah, tahun ini jumlah yang diterima SNMPTN meningkat dari Tahun lalu dari 14 menjadi 20 siswa/i.

Berikut adalah daftar nama siswa beserta jurusan dan universitasnya yang lolos SNMPTN 2017.

Barokalloh kepada semua, semoga bermanfaat dan menjadi wasilah dakwah kedepan. Bagi yg belum, yakinlah rencana Alloh lebih indah. 🙂

 

EDARAN 17 APRIL 2017

YAYASAN TARBIYATUL MUKMIN PABELAN
SMA ISLAM TERPADU IHSANUL FIKRI MUNGKID
Terakreditasi : A
Jl. Pabelan I Pabelan Mungkid Magelang Kode Pos 56551Telp./Fax (0293) 3280974
Web : smait.ihsanulfikri.sch.id, Email: smaitihsanulfikri@gmail.com.

Mungkid, 17 April 2017
Nomor : 224.7 / 041/ 12-224 /2017
Hal : Pemberitahuan

 

Kepada Yth.
Siswa dan Orang Tua / Wali Siswa
Kelas X dan XI
Di Tempat

 

Puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya hingga yaumul qiyamah nanti.

Sehubungan dengan upaya peningkatan ketertiban siswa SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Tahun Pelajaran 2016/2017, maka kami beritahukan beberapa hal sebagai berikut :

1. Siswa diperbolehkan mengikuti Ujian Kenaikan Kelas dengan syarat

a. Ketidakhadiran siswa pada di KBM tidak lebih dari 3 kali tanpa keterangan (alpa).

b. Melunasi biaya SPP bulanan sampai bulan Mei 2017 (Jika belum sanggup, orang tua mengkomunikasikan kepada kepala sekolah)

c. Bebas pinjaman buku perpustakaan sampai tanggal 12 Mei 2017

2. Siswa yang tidak hadir jam KBM karena izin harus disertai surat izin secara tertulis, ditandatangani oleh orang tua/wali kelas.

3. Siswa yang tidak hadir KBM karena sakit wajib menyertakan surat keterangan sakit dari dokter atau petugas poskestren.

4. Jika tidak hadir jam KBM tanpa menyertakan surat izin atau surat dokter/posketren maka dianggap alpa (A) dan berlaku poin 1.

5. Siswa yang tidak memakai seragam lengkap sesuai ketentuan sekolah, tidak diperkenankan masuk kelas dan mengikuti KBM sebelum mendapatkan surat keterangan dari petugas piket. Selanjutnya petugas piket mencatat ketidaklengkapan seragam anak dalam buku kejadian.

6. Siswa yang terlambat hadir saat KBM (terhitung saat guru masuk ke kelas), wajib meminta surat izin masuk kelas kepada petugas piket di gedung ikhwan lantai 1 (untuk ikhwan), dan gedung akhwat lantai 1 (untuk akhwat). Selanjutnya petugas piket mencatat keterlambatan siswa pada buku kejadian.

7. Siswa yang tercatat terlambat lebih dari 3 kali dalam 1 bulan atau lebih dan 3 kali tidak berseragam lengkap maka akan ditindaklanjuti oleh BK untuk diberikan pembinaan.

8. Peraturan ini mulai berlaku sejak 17 April 2017.

Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara/Bapak/Ibu kami sampaikan terima kasih.

Hormat Kami,
Kepala SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri

Dra. Nur Cahyo Hidayati
NIPY. 201407 2 2 001

 

 

 

RATUSAN AKHWAT TAKLUKAN KETINGGIAN 1726 MDPL

Pendakian di Gunung Andong. (foto: Hajar)

MANGLI. Salah satu acara pada kemah ukhuwah Akhwat 2017 tahun ini adalah tadabur alam dengan pendakian gunung Andong setinggi 1726 MDPL. Mungkin ketinggian ini belumlah seberapa, akan tetapi tentu menjadi tantangan bagi panitia mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan dan dengan medan yang cukup menantang serta hawa yang dingin pada pendakian tersebut.

Kondisi Medan yang Berkabut. (foto: Hajar)

Peserta berangkat dari lokasi perkemahan sekitar pukul 03.00 dini hari dan ditargetkan mampu melihat sunrise di puncak Andong.  Pendakian yang sangat dingin dan berkabut tentunya menjadikan pertimbangan bagi panitia bahwa yang sehat dan fit lah yang boleh ikut naik.

Sholat Subuh di Puncak Andong. (Foto: Hajar)

Akan tetapi ada hal menarik. Siswa yang bernama Salma Athifatuzzahra dan Aulia Azmi yang sama-sama dari kelas 10.6 ini. Pada mulanya mereka tidak termasuk dalam kategori peserta yang diperbolehkan mendaki Andong dikarenakan mereka berdua sempat berada dalam keadaan yang kurang sehat dan juga memiliki riwayat penyakit yang sama yaitu Sinusitis. Salah satu guru mengaku terkejut ketika dia bertemu dengan mereka d puncak Andong.  Mereka pun berkata, “kami sempet bingung harus gimana karena tidak bisa ikut mendaki, sedangkan kami ingin sekali ikut, dan alhamdulillah nya izin ke pembina pramuka Pak Pawit, dan respon nya diizinkan” Mereka menambahkan, ” Motivasi Kami, salah satu nya ingin merasakan kebersamaan dalam moment yang jarang seperti ini, meskipun punya riwayat penyakit sebelumnya dan sempat kambuh tapi itu bukan menjadi alasan untuk tidak beraktivitas seperti yang lainnya, karena jika penyakit itu tidak di lawan maka akan menjadi kebal dalam tubuh itu sendiri yang membuat diri menjadi mudah kambuh. Dan ternyata saat menjalani aktivitas mendaki tersebut, sangat membuat diri menjadi luar biasa sehat sampai2 tidak sadar kalau riwayat penyakit sebelumnya.”

Peserta Tiba di Puncak Andong. (foto: Hajar)

 

Keceriaan Pendakian. (foto: Hajar)

 

Menulis Salam Buat Keluarga Lewat Gambar. (foto: Hajar)

Tentunnya ini menjadi pelajaran tersendiri bahwa ternyata dengan kelemahan yang ada akan tetapi didorong dengan semangat perjuangan yang ada, ternyata suatu tantangan bisa teratasi.

Agenda in ijuga merupakan salah satu syarat untuk kenaikan tingkat pramuka para peserta untuk menjadi Bantara.

 

Editor: Mr. Fu.

Rep: Astna.

 

SMD 2017 IKHWAN DI TIRTO

Mengajar anak – anak Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah Tirto. (foto: Panitia)

MUNGKID. Pada SMD 2017 ikhwan tahun ini, tidak semua siswa diterjunkan di kaki gunung Merbabu, akan tetapi ada yang diterjunkan di desa Tirto, Kec. Mungkid. Mereka adalah anak-anak tahfidz kelas X. Mereka mendapatkan jatah mengabdi di lokasi yang sebenarnya cukup dekat dengan SMAIT Ihsanul Fikri.

Selama beberapa hari disana, mereka melakukan berbagai hal. Mereka mengawali kegiatan mereka dengan membersihkan makam. Kemudian disiang hari biasanya mereka membantu warga masyarakat untuk membersihkan kandang, mengangkut pasir, mengusung bambu, membantu panen gabah wargadan lain-lain. Pada pagi hari mereka juga membantu atau mengajar anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tirto.

Membantu warga memberi makan hewan ternak. (Foto: Panitia)

 

Mengusung Material Pasir Warga. (Foto: Panitia)

 

Membersihkan Makam. (foto: Panitia) 

Siswa membantu proses panen padi warga. (foto: Panitia)

Kemudian di sore hari biasanya mereka isi kegiatan mereka dengan mengajar anak TPQ di masjid dan kadang juga bermain dengan anak-anak.

Mengajar Anak-anak di TPQ. (foto: Panitia)

 

Ceria bersama anak-anak. (Foto: Panitia)

Malamnya mereka beristirahat dan dini hari mereka lanjutkan dengan sholat tahajud.

Tahajud bersama. (foto: Panitia)

Mereka juga tidak lupa untuk tetap melaksanakan halaqoh quran untuk memperkuat ingatan hafalan mereka.

Halaqoh Qur’an. (foto: Panitia)

 

rep: Panitia